Kerupuk Rasa Martabak

Pantun lucu Minang tak kalah populer dibanding pantun lucu dengan bahasa lainnya, seperti bahasa Jawa, Sunda, Betawi, dan bahasa lainnya. Setiap daerah memang memiliki bahasa sendiri-sendiri dan hal tersebut semakin membuat pantun terdengar lebih menyenangkan.

Umumnya, pantun menjadi materi mata pelajaran Bahasa Indonesia, jadi Kamu pun pasti sudah tidak asing dengan pantun. Jika kita mengenal pantun dengan bahasa Indonesia, maka kita juga harus tahu bahwa ada pantun yang menggunakan bahasa daerah, termasuk bahasa Minang.

Pantun lucu Minang ini mungkin lebih asing didengar karena mengandung bahasa yang tidak semua orang memahaminya. Meskipun begitu, pantun lucu berbahasa Minang ini juga bisa digunakan untuk mencairkan suasana ketika bersama keluarga, teman, dan orang tersayang.

Contoh Pantun Lucu Berbahasa Minang

Pelajaran pantun yang sudah Kamu terima sejak Sekolah Dasar sangat membantu Kamu sekarang ini untuk membuat pantun. Jika biasanya Kamu membuat pantun dengan bahasa Indonesia, tidak ada salahnya jika mengkreasikan pantun menggunakan bahasa daerah, termasuk bahasa Minang.

Sebelumnya, Kamu harus menguasai bahasa Minang terlebih dahulu jika ingin memahami cara membuat pantun jenis ini. Dengan kemampuan yang baik, Kamu akan bisa membuat satu pantun yang keren. Ini contoh pantun lucu Minang yang bisa Kamu jadikan ide.

Pupuak dibali samo jo dadak
Buruang Alang inggok di Barak
Satiok tabayang senyum manih adiak
Karupuk dikunyah raso martabak

Pai ka jam gadang naiak sepeda
Anak rang agam rancak lakunyo
Alah tuo hiduik di dunia
Sampai kini masih juo jomblo

Ka kabun pai bakureh
Basobok kambiang babadan kuruih
Maingek galak adiak nan laweh
Aia putiah radonyo manih

Sanjo-sanjo buruang manangih
Di ujuang gunuang matoari tabanam
Awak sangko adiak masih gadih
Kironya anak alah baranam

Ka ladang di pagi ari
Paluah kalua kaniang mangkilek
Sabana kreatif anak mudo kini
Bapato saratiuh, nan diambiak ciek

Selagi Kamu tahu bahasa Minang, maka tidak sulit untuk membuat pantun dengan bahasa daerah ini. Selain menyisipkan humor, Kamu juga harus memahami aturan dalam pembuatan pantun yang baik dan benar. Dengan begitu, pantun lucu Minang ini akan semakin dikenal oleh masyarakat luas.