Pintu Tingkap

Pantun adalah salah satu gaya sastra yang berasal dari bahasa Melayu. Bahasa Melayu adalah induk bahasa resmi Indonesia yang disebutkan pada saat Sumpah Pemuda di tanggal 28 Oktober 1928. Gaya berpantun dikenal luas di antara bangsa Melayu pada awalnya. Pantun Melayu berisikan nasihat, gurauan, atau sekedar saling bertukar sapa. Pantun lucu bahasa Melayu tidak jauh berbeda dengan yang berbahasa Indonesia.

Berikut ini contoh-contohnya.

Ataupun orang pemarah peradang
Suka berjalan tiada pandang
Orang lain yang senang
Hati ini yang berkalang

Nah, kalau lihat hati orang yang lagi senang, hati kamu jangan ikut iri ya? Biasanya kalau suka iri dengan kesuksesan orang lain, tidak ada yang mau berteman dengan kita. Gak punya teman pasti rasanya sedih sekali.

Baca Juga:  Pecel Semarang

Pantun lucu bahasa Melayu berikut ini bercerita tentang yang belum punya pasangan tapi bisa tetap berbahagia. Ayo siapa di antara kalian yang merasakan hal yang serupa?

Bocor dan tembuk bajuku ini
Tiada muka tampak berseri
Walaupun aku masih sendiri
Tapi tetap bisa hepi

Mengail di tepi sungai
Bermain di tengah danau
Jadi orang jangan lebai
Semua bisa jadi kacau

Selain jangan mudah iri dengan orang lain, kita juga tidak boleh lebai tentang apapun. Karena kalau kita lebai, masalah yang tidak ada bisa saja terjadi. Dan kalau masalah bertambah, tentunya semua bisa jadi kacau. Kalu kamu kenal orang yang suka iri dan agak lebai, boleh tuh kirim mereka pantun di atas.

Baca Juga:  Bukit Terjal

Pantun lucu bahasa Melayu yang terakhir ini adalah imbauan supaya kita tetap menggunakan gaya berbahasa asli dari negeri kita.

Pintu tingkap di bawah lemari
Daun jendela ditutupkan
Marilah semua saudara saudari
Berpantun Melayu kita lestarikan

Kalau kamu menyukai pantun tapi tidak bisa menyusun kata-kata yang berima sama. Kamu bisa memulai dari bahasa sehari-hari yang biasa kamu gunakan. Kalau sudah buat satu pantun lucu bahasa Melayu, silakan bagikan ke kita ya hasil tulisanmu!