Patuh pada Ayah

Menjadi anak yang patuh pada orang tua merupakan kewajiban, namun siapa sangka saking patuhnya seorang anak bisa membuat orang lain tertawa seperti di cerpen lucu anak sekolah ini.

Cerpen bermula ketika seorang murid bernama Jarwo dengan kepolosannya menjawab pertanyaan sang guru.

Di sekolah, Jarwo dikenal sebagai murid yang pendiam dan patuh. Tipe murid yang jarang ditemui sekarang ini. Ia juga tidak pernah bertingkah yang aneh-aneh dan tidak pernah membuat guru marah.

Begitu pendiamnya Jarwo ini sampai-sampai ia tergolong anak yang pasif, bahkan menjawab pertanyaan guru pun tidak pernah. Namun meski begitu, nilai yang diperolehnya selalu baik sehingga membuat ibunya bangga.

Hari ini, kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung seperti biasa. Guru mereka sedang menjelaskan materi, sesekali bertanya kepada murid-murid. Dan seperti biasanya juga, Jarwo hanya duduk diam di tempatnya. Dia tidak ramai dan mengobrol sendiri seperti sebagian murid yang lainnya.

Baca Juga:  Teman Baru

Tidak lama kemudian, guru yang barusan selesai menerangkan materi tiba-tiba bertanya kepada seisi kelas. “Anak-anak, siapa disini yang ingin masuk surga?” tentu saja, pertanyaan seperti itu membuat semua murid mengangkat tangannya. Memang, siapa yang tidak ingin masuk surga?

“Sayaaa, Bu!” begitulah ucap semua murid, kecuali seseorang yaitu Jarwo. Jarwo menjadi satu-satunya murid yang tidak mengangkat tangan dan tidak menjawab pertanyaan guru tersebut.

Guru itu kemudian menanyakan pertanyaan yang kedua. “Kalau gitu, siapa disini yang ingin masuk ke neraka?” hening. Tidak ada siapapun yang mengangkat tangannya di pertanyaan ini. Begitu juga dengan Jarwo, lagi-lagi Jarwo hanya diam saja dan sama sekali tidak menjawab.

Baca Juga:  Kacamata Ketinggalan

Karena penasaran, guru itu melangkah mendekati meja Joko dan bertanya pada murid pendiam itu. “Jarwo, kenapa kamu tidak menjawab? Kamu maunya masuk ke surga atau masuk neraka?”

Jarwo menggeleng. “Tidak keduanya, Bu.”

“Lho, terus? Kamu maunya bagaimana?”

“Sebelum ayah saya meninggal, beliau sempat menyampaikan nasihat kepada saya. Katanya, apapun yang terjadi nanti, saya harus masuk tentara, bukan surga atau neraka, Bu!” jawab Jarwo tegas.

Kadang, kepolosan yang dimiliki anak-anak seperti Jarwo pada cerpen lucu anak sekolah ini tidak bisa disalahkan. Ia memang patuh pada ayahnya, namun konteksnya salah.