Memanjat Tiang

Cerpen lucu bahasa Indonesia kini sudah banyak ditemukan baik di buku humor maupun di internet. Cerpen ini sendiri cocok untuk dibaca bagi kamu yang sedang penat dengan aktivitas yang menguras tenaga.

Ada dua orang yang bersahabat sudah sejak lama, sebut saja Doni dan Bobi. Bobi adalah orang yang suka bermain tebak-tebakan, meskipun terkadang garing alias tidak lucu. Walau begitu, Doni selalu mendengarkan dan mencoba menjawab tebak-tebakan yang diberikan oleh Bobi itu.

Hari ini, keduanya memutuskan untuk menghabiskan sore hari di sebuah taman karena membutuhkan penyegaran setelah kegiatan kuliah mereka yang begitu padat hari ini. Tentu taman adalah tempat yang mendukung, karena disana mereka bisa menikmati pemandangan sekaligus menghirup udara segar.

Keduanya saat ini tengah duduk di sebuah kursi taman, tidak saling mengobrol karena Doni sedang sibuk dengan ponselnya. Sementara Bobi sedang mengamati sekitarnya, dan itu memberinya inspirasi untuk memberi Doni tebak-tebakan.

“Hei, aku punya tebak-tebakan lho!” Bobi menepuk bahu Doni yang terkejut.

“Apalagi tebak-tebakanmu kali ini, Bobi? Hari ini kamu sudah memberiku 3 kali tebak-tebakan.” Begitu kata Doni, mulai bosan dengan tebak-tebakan Bobi yang cenderung garing itu. Yah, semoga saja tebak-tebakannya kali ini tidaklah membosankan dan berhasil membuat Doni berpikir untuk menjawabnya.

“Tidak, coba saja jawab pertanyaanku kali ini,” kata Bobi. “Coba kamu tebak, kira-kira apakah yang panjang, bulat, berwarna hitam dan berada di tengah-tengah paha?”

Pertanyaan itu membuat Doni tidak perlu berpikir untuk menjawabnya. “Ah, kau ini, jorok sekali pertanyaanmu. Memangnya tidak ada tebak-tebakan yang lain apa?” protes Doni, tidak menyukai tebak-tebakan Bobi kali ini.

“Ah, itu sih kamu saja yang pikirannya kotor, Don. Ayo dong coba tebak!”

Doni berpikir sebentar, kemudian menggeleng. “Aku tidak tahu maksudmu. Aku menyerah saja lah, cepat beritahu aku jawabannya!”

Kemudian Bobi menjawab. “Tentu saja jawabannya adalah tiang yang sedang dipanjat oleh seseorang. Hahaha, tidak menyangka kan kamu?”

Doni bukannya tertawa, malah cemberut. “Lagi-lagi tebak-tebakanmu mengasal!”

Memang ide yang dimiliki oleh Bobi dalam membuat tebak-tebakan di cerpen lucu bahasa Indonesia ini kreatif dan ada-ada saja.