Bowo

Menginjak usia remaja, bukan sesuatu yang baru apabila seorang anak melakukan banyak hal yang terkadang konyol dan merepotkan. Cerpen ini salah satu contohnya. Dalam cerpen lucu anak sekolah SMA berikut, akan diceritakan mengenai seorang anak SMA yang bernama Bowo.

Anak yang bandel di lingkungan sekolah SMA bukanlah sesuatu yang mengherankan. Seperti di sebuah SMA ini, dimana ada seorang siswa yang sangat nakal bernama Bowo. Kerjaannya di sekolah bukannya belajar, justru terus-terusan membuat ulah yang membuat para guru pusing. Percuma saja menegur Bowo, karena anak itu tidak akan mendengarkan.

Solusi yang paling tepat untuk menegur Bowo adalah dengan memanggil orang tuanya. Sebab, kali ini ulah Bowo sudah keterlaluan. Ia berkelahi dengan salah satu teman sekelasnya sehingga sempat membuat gaduh seisi sekolah. Itulah yang menyebabkan kepala sekolah akhirnya memutuskan untuk memanggil orang tuanya ke sekolah.

Mendengar ulah anaknya itu, ibu Bowo langsung memarahi anaknya itu. Begini katanya. “Kamu ini, semakin besar makin nakal saja! Kamu harus mencontoh si Bayu, dia itu anak teman ibu. Dia juga tidak pernah membuat ulah di sekolahnya!”

Setelah kejadian itu, bukannya kapok dan sadar, Bowo malah membuat ulah baru. Kali ini, ibunya mendapat laporan dari sekolah bahwa Bowo sudah seminggu lamanya tidak masuk sekolah. Lagi-lagi, ia dimarahi oleh ibunya karena hal itu.

“Sudah berapa kali ibu bilang, kamu harus rajin belajar dan jangan suka membolos dengan bermain ke warnet. Bayu itu juga sekolah tapi tidak pernah membolos seperti kamu!”

Ternyata, Bowo masih membuat ulah beberapa waktu setelahnya. Kali ini, bocah itu memecahkan kaca jendela UKS. Kembalilah ibunya harus dipanggil oleh kepala sekolah lagi. Untuk ketiga kalinya sang ibu menyemprot Bowo.

“Bowo! Sudah ibu bilang, contohlah Bayu!”

“Ibu selalu bilang Bayu, Bayu dan Bayu. Sebenarnya siapa sih Bayu ini? Dia bersekolah di mana? Kenapa selalu membandingkanku dengannya?” Bowo mulai kesal dengan ibunya.

“Bayu itu anak teman Ibu yang bersekolah di TK Tunas Harapan!”

Memang untuk menghadapi anak remaja, membutuhkan kebijaksanaan orang tua. Namun, bukan berarti dengan membandingkan anak SMA dengan anak TK seperti cerpen lucu anak sekolah SMA ini.