Teman Baru

Cerpen lucu Indonesia tak melulu bercerita mengenai negara ini saja. Terkadang, cerpen ini juga menceritakan mengenai tokoh-tokoh penting negara. Misalnya adalah walikota, yang merupakan tokoh utama dalam cerpen kali ini.

Seorang walikota baru saja dilantik kira-kira seminggu yang lalu. Aktivitas pertama yang ia lakukan sebagai seorang yang berpengaruh di kota adalah mengadakan inspeksi. Beberapa tempat sudah ia kunjungi, seperti sekolah-sekolah, rumah sakit dan lain-lain.

Setelah itu, walikota memutuskan untuk mengadakan inspeksi secara mendadak ke sebuah rumah sakit jiwa. Karena kunjungan yang tiba-tiba dan tidak ada pemberitahuan sebelumnya itu, para pengurus rumah sakit jiwa tersebut menjadi bingung. Oleh karena itu, penyambutan sang walikota hanya seadanya saja sebab kurangnya persiapan.

Ketika sang walikota sampai di rumah sakit jiwa tersebut, para pengurus berdiri menyambut. Namun, setelah walikota memperhatikan dengan seksama, ternyata tidak hanya pengurus saja yang menyambut kedatangannya. Terlihat beberapa pasien yang ikut dalam acara penyambutan itu. Menurut pengurus, pasien-pasien itu sudah hampir waras berdasarkan pemeriksaan terakhirnya.

Pak walikota tersenyum hangat menyambutnya. Ia orang yang baik hati dan tidak peduli dengan latar belakang seseorang. Tidak perlu merasa takut dengan pasien rumah sakit jiwa, karena itulah selain menyalami staf yang bertugas, ia juga ikut menyalami beberapa pasien yang menyambutnya itu.

Saat itu, salah seorang dari pasien bertanya mengenai siapa dirinya sehingga mendapat penyambutan. Rupanya, meskipun pengurus rumah sakit menyuruhnya untuk ikut menyambut, ia tidak begitu paham maksudnya.

“Kau siapa?” ia bertanya saat walikota menjabat tangannya.

“Saya walikota…” jawab si walikota ramah.

Pasien tersebut kemudian tersenyum sumringah seolah mempunyai teman baru lalu berkata. “Ohh, bagus itu. Tidak apa-apa kok, Mas. Santai saja.”

Walikota yang tidak mengerti maksud kalimat pasien tersebut kemudian bertanya. “Apanya yang tidak apa apa? Santai bagaimana maksudnya?”

Kemudian, pasien itu menepuk-nepuk bahu sang walikota dan berkata dengan tenang. “Dulu waktu saya baru masuk sini, saya juga ngakunya sebagai Gubernur. Setelah lama dirawat di sini nanti juga sembuh kok, Mas. Tenang saja…”

Bisa dipastikan pasien tersebut belum benar-benar waras karena di cerpen lucu Indonesia ini, ia malah menyangka walikota adalah teman barunya di rumah sakit jiwa.