Cincin Hilang

Humor Sufi 13

Nasruddin Hoja memang terkenal sebagai seorang saudagar. Ia kaya raya, tetapi juga terkenal kikir. Sudah kikir, ia pun pandir. Banyak orang heran karena hal ini. Biasanya, orang kaya adalah orang pintar. Yang lebih mengherankan, kepandirannya ini juga tidak membuatnya jatuh miskin. Malahan, ia tetap saja menjadi saudagar yang sukses mengumpulkan harta.

Sebagai seorang saudagar, Nasruddin pastinya memiliki banyak perhiasan. Ia menggunakan cincin cukup banyak di jarinya. Jika satu cincin saja jatuh, pasti ia sudah kebakaran jenggot. Ia tidak akan menyerah untuk melalukan pencarian hingga cincin itu ketemu. Padahal, ia juga tidak akan jatuh miskin meskipun kehilangan semua cincin di jarinya.

Suatu hari, Nasruddin kehilangan cincin. Saat ia sedang menata barang di gudang dan akan mengambil tangga untuk membetulkan rumahnya. Gudang tersebut sangat gelap, ia tidak memiilki lampu penerang. Ia pun kebingungan bagaimana caranya mencari cincin tersebut. Ia ingin segera mencarinya.

Nah, Nasruddin justru keluar dari gudang.  Padahal, ia sedang berupaya mencari cincinnya. Bingung kan? Apalagi tetangga yang melihatnya. Sang tetangga menegur Nasruddin.

” Nasruddin, kamu sedang mencari apa di jalanan? Apakah ada barangmu yang jatuh?”

Sang tetangga pun ikutan melihat jalanan. Ia kembali bertanya.

“Aku mau menolong kamu. Yang hilang apa dan dimana barang tersebut kira-kira jatuh?”

Nasruddin dengan enteng menjawab

“Aku kehilangan cincin yang jatuh di dalam gudang ”

Temannya  pun semakin heran. Ia kembali menanyakan hal yang sama. Ia tidak percaya mengapa Nasruddin melihat jalanan kalau cincinnya jatuh di gudang. Pertanyaan tetangganya tersebut dijawab sama oleh Nasruddin. Sontak, sang tetangga kembali bertanya kepada si pandir ini.

“Kalau cincin jatuh di gudang, mengapa kamu tidak mencari di dalam gudang. Kamu malah menyusuri jalanan. Apa ada lagi yang kamu cari di luar?”

Tanpa sadar bahwa dirinya keliru, Nasruddin dengan enteng menjawab

“Aku tidak bisa mencari cincin di dalam gudang.  Disitu gelap sekali. Jadi aku tidak menemukannya dari tadi. Kalau di jalanan kan terang, jadi aku bisa mencarinya.”