Jangan Sampai Terlalu Dalam

Setiap orang yang ingin mengurus surat perjanjian harus mendapatkan persetujuan dari seorang hakim setempat. Hal ini berlaku di negeri Nasruddin Hoja. Tanpa adanya suatu persetujuan, maka surat perjanjian tersebut dinyatakan tidak sah. Oleh sebab itu, berbagai cara dilakukan oleh semua orang demi mendapatkan tanda tangan Sang Hakim termasuk memberikan sogokan.

Sayangnya, semua orang menyadari bahwa menyogok itu sangat dilarang oleh agama. Sekalipun demikian, mereka tetap melakukan tradisi tersebut demi kelancaran pengurusan surat perjanjian. Hingga pada suatu masa, Nasruddinpun harus melakukan tindakan yang sudah jelas dilarang oleh agama tersebut. Namun demikian, sogokan yang diberikan oleh Nasruddin ini nampaknya akan membuat sang Hakim semakin geram.

Sebelum berangkat ke kediaman Sang Hakim, Nasruddin melakukan persiapan dengan memanfaatkan sebuah gentong besar. Selanjutnya, Nasruddin memasukkan tahi sapi ke dalam gentong tersebut hingga penuh. Untuk menarik simpati Sang Hakim, pada permukaan gentong diberikan lapisan mentega beberapa centimeter hingga aroma tahi sapi tidak lagi tercium. Selesai dengan persiapan tersebut, Nasruddin kemudian berkunjung ke kediaman Sang Hakim.

“Wahai, Pak Hakim, lihatlah! Aku membawakan sesuatu untukmu.” kata Nasruddin

Melihat sebuah gentong yang cukup besar tersebut, seketika Pak Hakim tidak sibuk dan memberikan sambutan hangat kepada Nasruddin.

“Mari kesini, Nasruddin. Ada perlu apa? Nampaknya sangat penting?” tanya Pak Hakim

“Sudikah Bapak membubuhkan tanda tangan di atas surat perjanjian ini?” pinta Nasruddin

“Baiklah.” jawab Pak Hakim

Dengan sigap Pak Hakim membubuhkan tanda tangan tersebut. Selanjutnya, Pak Hakim yang sangat penasaran dengan isi gentong yang dibawa Nasruddin kemudian bertanya lebih lanjut.

“Wahai Nasruddin, apakah gerangan isi di dalam gentong yang besar itu?” tanya Pak Hakim

“Lihatlah sendiri dan Anda pasti sangat menyukainya.” jawab Nasruddin

Karena terselimuti rasa penasaran, Pak Hakim membuka gentong tersebut dan mendapati lapisan mentega di dalamnya. Tanpa pikir panjang, Pak Hakim langsung mencicipi kelezatan mentega dalam gentong tersebut.

“Nasruddin, lezat sekali mentega yang kau berikan kepadaku?” puji Pak Hakim

“Terimakasih Pak Hakim. Namun ingat, jangan mencolek terlalu dalam”. Kata Nasruddin sembari berlalu meninggalkan Pak Hakim yang begitu menikmati mentega bawaan Nasruddin.