Hantu Pondok Indah

Humor Gus Dur 14

Pada setiap acara jumpa pers, Gus Dur selalu menjawab semua pertanyaan wartawan. Baik pertanyaan serius maupun pertanyaan paling konyol sekalipun.  Semua jumpa pers yang melibatkan Gus Dur memang pasti ditunggu oleh para awak pers, karena mereka semua selalu mendapatkan jawaban apapun yang mereka tanyakan.

Salah satunya adalah jawaban konyol dari Gus Dur atas pertanyaan wartawan yang tak kalah konyol. Pertanyaan wartawan ini terlontar saat acara jumpa pers di suatu kesempatan yang sangat serius. Semua pertanyaan terkesan kaku, dan suasana juga tidak cair.

Seperti salah satu wartawan iseng yang ingin menanyakan tentang keberadaan hantu. Memang, sempat terjadi kehebohan dimana ada isu tentang hantu di sebuah rumah di kawasan Pondok Indah Jakarta. Padahal, acara jumpa pers tersebut tentu tidak ada kaitannya dengan isu hantu tersebut.

Sang wartawan bertanya,”Gus, tahu rumah kosong berhantu yang di Pondok Indah? Menurut Gus Dur bagaimana?”. Tentu, semua yang hadir di tempat itu sangat terkejut. Mereka menunggu bagaimana tanggapan dari Gus Dur. Mereka pasti mengira bahwa Gus Dur tidak akan menanggapi dan beliau bakal segera mengakhiri pembicaraan.

Tetapi, di luar dugaan, Gus Dur justru menjawab,”Wah, saya belum pernah bertemu hantunya. Jadi saya tidak bisa menanggapi.”

Jawaban kocak ini tentu saja membuat semua wartawan tertawa. Tetapi, para wartawan justru tidak menyangka bahwa jawaban Gus Dur akan berlanjut. Mereka mengira bahwa jawaban tersebut hanya sekilas dan Gus Dur akan mengakhiri sesi jumpa pers.

Ternyata, si wartawan juga tak mau kalah. Ia melanjutkan pertanyaan yang lebih konyol lagi, “Wah, berarti Gus Dur berminat mengirim tim untuk menyelidiki benar atau tidaknya hantu itu ya, Gus?”

Bukan Gus Dur kalau tidak bisa menjawab secara kritis dan kocak. Gus Dur tidak pernah kehabisan ide jawaban tentunya.  “Begini saja, Anda saya jadikan ketua tim khusus itu, bagaimana? Gitu aja kok repot.”

Kalimat terakhir tersebut sudah dapat ditebak oleh para wartawan karena memang Gus Dur paling gemar mengatakan kalimat yang paten dari ucapan beliau tersebut.