Merokok Membunuhmu

Gus Dur pernah menimba ilmu di Mesir. Kisah-kisah hidup Gus Dur muda sering menjadi sumber gurauan yang disampaikan oleh almarhum semasa hidupnya. Mendengar cerita tentang  Gus Dur muda saja menarik, apalagi mendengarkan kisah-kisah seru yang kocak tetapi juga penuh dengan muatan kearifan.

Salah satu gurauan yang sempat dilontarkan Gus Dur tentang masa mudanya adalah kisah saat ia memiliki seorang teman yang bernama Yas. Yas ini juga seorang warga negara Indonesia. Ia adalah seorang asli Aceh.

Kamar asrama Gus Dur bersebelahan dengan kamar Yas. Tentu, mereka sangat akrab dan sering bertukar pikiran. Salah satu yang membuat Gus Dur heran dengan Yas adalah kesulitan Yas untuk dapat menghentikan kebiasaan merokoknya. Yang membuat Gus Dur heran adalah jumlah rokok yang dibawa Yas. Bukan main-main, rokok yang ada di kantong Yas bukan sebatang atau dua batang, tetapi dua pak dalam sehari.

Dalam bukunya yang berjudul Ger-Geran bersama Gus Dur: Edisi Spesial Mengenang Gus Dur, ia mengungkapkan bahwa tingkat kecanduan rokok Yas sangat tinggi. Tetapi, karena Gus Dur sangat peduli dengan Yas, ia pun tak segan menegurnya.

“Yas, kamu pernah baca di majalah kalau sebatang rokok dapat memperpendek usia selama 30 detik?”

“Belum,” jawab Yas sambil lalu dan enteng saja saat menjawabnya. Gus Dur pun meneruskan percakapan ini karena ia merasa harus memberi tahu sahabatnya itu.

”Wah, bagaimana kamu ini. Sekarang coba hitung saja. Sejak kapan kamu merokok, dan hingga saat ini sudah berapa tahun usiamu dikurangi oleh rokok itu,” lanjut Gus Dur.

Alih-alih Yas terkejut karena temuan tersebut dan menghentikan rokoknya, ia justru mengambil satu batang rokok lagi dan menghisap rokok tersebut dengan penuh perasaan sambil berujar, “Tapi kalau sekarang tidak merokok, besok saya bisa mati.”

Yah, memang sih merokok tidak bisa langsung membuat seseorang meninggal secara mendadak. Tetapi, bukan berarti merokok itu tidak merusak kesehatan, bukan?