Malas Jalan Kaki

Dalam kehidupan sehari-hari, ada saja kelakuan dan perkataan seseorang yang lucu sehingga menghibur orang di sekitarnya. Dari sini jugalah cerpen lucu pendek dibuat. Kali ini, cerpen lucu menceritakan tentang seorang remaja bernama Tito.

Tumbuh dengan berbagai fasilitas mewah yang telah disediakan oleh orang tuanya, Tito menjadi anak yang sedikit manja. Salah satu contohnya adalah perkara menggunakan kendaraan. Tito hampir tidak pernah berjalan kaki sejak dia diberi hadiah mobil oleh orang tua yang memanjakannya itu. Hal itu tentunya berdampak negatif.

Bahkan untuk pergi ke supermarket pun, Tito selalu menggunakan mobil. Selain polusi, kebiasaan Tito ini juga membuatnya tidak sehat karena ia berjalan kaki hanya saat di rumah saja.

Ayah Tito yang menyadari hal ini mulai menyesal. Seharusnya ia mendidik putranya itu untuk tidak selalu bersikap manja dibalik segala fasilitas yang dimiliki, inilah akibatnya. Sudah hampir setengah jam berlalu, tapi perdebatan Tito dan ayahnya karena perkara sepele tidak kunjung selesai.

Baca Juga:  Bowo

Usut demi usut, ternyata penyebab perdebatan keduanya adalah karena Tito ingin pergi ke sebuah toko yang tidak begitu jauh dari rumahnya. Tito berkeras ingin menggunakan mobil untuk sampai ke toko tersebut, sementara ayahnya memaksa Tito untuk berjalan kaki saja. Bagaimana tidak, toko yang dimaksud oleh Tito itu bahkan tidak diluar perumahan mewah mereka.

“Ayah, aku mau naik mobil saja! Cuaca sedang panas!” paksa Tito, namun ayahnya tetap tidak menyetujui.

“Tidak, Tito. Kau harus berjalan kaki. Toko yang kau maksud itu sangat dekat dari rumah kita!”

“Ayah! Aku bisa gosong kalau berjalan kaki, matahari sedang terik-teriknya!” Tito membantah, tidak mau kalah. Sayang, kunci mobilnya ada pada genggaman ayahnya. Tidak akan mudah untuk mengambilnya sekarang.

Baca Juga:  Malam Pertama Seorang Janda

“Tidak usah berlebihan,” kata sang ayah.”Anakku, lalu menurutmu untuk apa Tuhan menciptakan dua kaki yang kau miliki sekarang? Tentu saja untuk berjalan kaki. Memangnya kamu mau tidak mempunyai kaki?”

“Aduh, Ayah,” kata Tito. “Tentu saja Tuhan menciptakan kedua kakiku dengan sebuah tujuan. Kaki kananku untuk menginjak gas, kemudian kaki sebelah kiri untuk menginjak kopling.”

Begitulah cerpen lucu pendek yang diadaptasi dari kehidupan sehari-hari.