Dikeluarkan Sekarang Digaruk Kemudian

Cerpen lucu panjang kali ini berlatar belakang di sebuah rumah sakit di tengah kota. Bercerita tentang  seseorang yang akan dibedah, cerpen ini akan membahas mengenai percakapan pasien dengan si dokter yang merawatnya.

Cerita dimulai…

Seorang pasien terkena sebuah penyakit serius dan mengharuskannya untuk mengalami operasi bedah. Namun, pasien itu begitu ketakutan untuk menghadapi operasi bedah yang akan berlangsung tidak lama lagi. Sayangnya, ia tidak dapat berbuat apa-apa untuk mencegah operasi itu dilakukan. Penyakit yang dideritanya memang hanya mempunyai satu solusi yaitu pembedahan.

Sebelum dibawa ke ruang bedah dan dibius, pasien itu yang masih berada di kamarnya berusaha keras untuk membujuk dokter yang selalu merawatnya agar dirinya dicarikan solusi lain dan tidak perlu dilakukan operasi pembedahan.

“Dokter, saya mohon. Penyakit yang saya alami ini tidak begitu serius. Kau seharusnya tidak perlu sampai melakukan pembedahan,” pasien itu memohon. Namun tentu saja sebagai seorang dokter, keluhan seperti ini sudah sering terjadi dan tidak perlulah untuk mengabulkan rengekan pasien ini karena ini pun dilakukan demi kebaikannya sendiri. Memangnya, pasien ini tidak mau disembuhkan atau bagaimana?  Toh saat dioperasi pun, dia tidak dalam kondisi sadar.

Hanya tersenyum simpul, dokter itu menjawab begini. “Sayangnya tidak bisa, operasi harus tetap dijalankan sebagaimana mestinya. Anda ini mau sembuh atau tidak?”

Pasien yang murung itu kemudian mencoba untuk mengarang-ngarang alasan yang ia tahu tetap saja sia-sia.

“Begini, Dokter. Sebetulnya saya ini tidak menderita penyakit yang serius. Hanya saja, usus buntu saya ini terasa sedikit gatal. Itu saja, tidak perlu sampai operasi segala.”

“Baiklah kalau begitu,” jawab si dokter. “Mari kita keluarkan usus buntu Anda.”

Pasien itu bertanya lagi. “Apakah usus buntu saya harus dikeluarkan hanya karena gatal sedikit, Dokter?”

Dokter itu lama-lama mulai kehabisan kesabaran dan menjawab. “Ya, tentu saja harus dikeluarkan. Kalau gatal, tentu kita harus menggaruknya dengan cara mengeluarkannya lebih dulu, bukan begitu?” jawab dokter tersebut sambil tersenyum menatap si pasien yang merasa kalah.

Dari cerpen lucu panjang ini, kita dapat menyimpulkan bahwa sang dokter ddapat menjawab pertanyaan pasien dengan cerdas.