Tabrakan Kereta

Siapa bilang pengalaman wawancara kerja tidak bisa diadaptasi menjadi cerita lucu? Cerpen lucu ngakak yang akan kamu baca berikut ini bercerita mengenai David, seseorang yang tengah mencari pekerjaan.

Susahnya mencari pekerjaan saat ini membuat David mulai pusing mencari lowongan. Berbagai macam jenis pekerjaan sudah coba ia lamar, namun belum ada panggilan. Mulai putus asa, David akhirnya mengirimkan lamaran pada sebuah perusahaan kereta api untuk menjadi masinis.

Alangkah bahagianya David ketika mengetahui dirinya mendapat panggilan wawancara untuk perusahaan itu. Ini merupakan sebuah kemajuan dibandingkan yang sebelumnya. Akhirnya David pergi ke kantor perusahaan itu untuk diwawancarai.

Dengan gugup, David memasuki ruangan wawancara untuk menemui bos pemimpin perusahaan itu. Seperti prosedur yang biasanya, calon bos David akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengetes seperti apakah calon pekerjanya ini. Apakah dia kompeten atau tidak, ia akan segera tahu.

Pertanyaan pertama diajukan. “David, jika nanti kamu menemukan ada dua buah kereta api yang satu sama lainnya berhadapan dan memiliki kecepatan yang sama tingginya pada satu rel, jika kamu adalah seorang masinis yang ada dalam salah satu kereta tersebut, apa yang akan kamu lakukan?”

Pertanyaan itu cukup membuat David bingung pada awalnya, namun setelah itu ia segera menjawab. “Tentu saya akan segera menyalakan lampu tanda bahaya, Pak. Ini keadaan darurat.”

Bos pemilik perusahaan itu mengangguk-angguk mengerti. Kemudian ia bertanya lagi. “Bagaimana kalau semisal lampu itu rusak?”

David masih belum kehabisan akal. “Ya, saya akan menyalakan lampu darurat,” jawabnya santai.

Bos itu rupanya masih belum puas saja dengan jawaban David. Ia kemudian bertanya ketiga kalinya. “Kalau lampunya buram, bagaimana hayo?”

David terdiam sejenak, sepertinya mulai bingung. Tapi akhirnya ia menjawab. “Kalau begitu, saya akan memanggil Jack teman saya Pak.”

Bos itu bingung. “Memangnya apa yang bisa dilakukan teman kamu di kondisi darurat begini?”

Dengan tersenyum penuh kemenangan, David kemudian menjawab tanpa rasa bersalah. “Tentu saja karena suatu alasan. Teman saya Jack itu, seumur hidupnya belum pernah melihat kejadian kereta tabrakan. Tentu ini menjadi pengalaman barunya.”

Bercanda memang boleh. Namun kalau bercanda saat melamar kerja seperti tokoh David di cerpen lucu ngakak ini, tentu saja tidak akan diterima.