Selamat Dari Tilang

Punya pengalaman seru saat terkena tilang? Cerita lucu si Togar yang lolos dari hukuman tilang di bawah ini mungkin juga pernah Anda alami.

Togar menelan ludah. Delapan meter di depannya, polisi dengan rompi hijau berkaca mata hitam itu sudah menghadang jalan di depannya dan mengisyaratkan dengan tangannya agar Togar menepi. Di pinggir jalan itu, sudah banyak motor berjejer yang mengular.

Karena panik, Togar tidak kepikiran apa-apa lagi. Dia lantas menepikan motornya.

“Selamat sore Mas,” sapa polisi tersebut dengan mengangkat tangan gestur hormat, “boleh lihat surat-surat berkendaranya? SIM dan STNK.”

Tangan Togar mulai bergetar lantaran panik. Bukannya tidak membawa SIM, tetapi dia memang belum punya. Usianya baru enam belas tahun dan memang belum waktunya dia memiliki SIM. Namun Togar berdalih, “Waduh Pak, saya tidak bawa dompet. SIM saya ada di sana.”

“Kalau begitu saya lihat STNKnya.”

Togar lalu menyerahkan STNK dari dompet kunci motornya. Dikiranya dia akan lolos, tapi ternyata polisi tersebut tetap mengeluarkan buku tilang.

“Lho Pak? Saya jangan ditilang. Kan saya tidak melanggar rambu apa pun.”

“Tapi Mas tidak membawa kelengkapan berkendara, kan? SIM itu wajib selalu Anda bawa.”

“Waduh… kalau begitu sebentar, Pak. Saya telepon Bapak saya dulu. Beliau di kantor Ditlantas Polda, Pak.”

Polisi tersebut kaget mendengar ucapan Togar. “Bapak Anda kerja di Ditlantas Polda? Siapa namanya?”

“Lukman, Pak.” Togar berusaha menelepon bapaknya, tapi ternyata pulsanya habis. “Pak maaf, pulsa saya habis. Saya kasih nomor Bapak saya saja, ya.” Togar lalu menuliskan sederet nomor ponsel.

“Benar ini Bapak kamu kerja di Ditlantas Polda?”

“Benar, Pak. Kalau tidak percaya, silakan menghubungi saja nomor itu, Pak.”

Togar pun sedikit tertawa.

“Kenapa kamu tertawa, memangnya saya sedang membuat cerita lucu? Ya sudah kalau begitu, kamu lanjutkan perjalanannya. Lain kali hati-hati dan bawa semua surat-suratnya,” kata polisi itu sambil mengembalikan STNK Togar.

“Wah, terima kasih banyak, Pak!” Tanpa membuang waktu, Togar lantas meninggalkan tempat.

Karena penasaran, polisi tersebut kemudian menghubungi nomor yang diberikan Togar. “Halo, benar dengan Bapak Lukman  Ditlantas Polda?” tanya si polisi setelah panggilannya diangkat.

“Iya, benar. Dengan siapa ini? Ada yang bisa dibantu?”

“Kalau boleh tahu, Bapak di bagian mana, ya?”

“Saya di bagian kantin, Pak. Ini dengan Bapak siapa? Mau pesan nasi bungkus berapa dan diambil kapan?”

“………”

He he. Bagaimana? Anda juga punya cerita lucu saat ditilang?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *