Anjing Pintar

Cerita Lucu Mukidi 35

Mukidi memelihara anjing. Ia menganggap bahwa anjingnya itu sangat pintar. Memang, anjing adalah hewan yang sangat cerdas. Ia dapat mengerti keinginan tuannya.

Karena itulah, Mukidi berusaha membanggakan si anjing kepada teman-temannya. Setiap hari, ia selalu bercerita tentang anjing miliknya itu. Teman-temannya pun antusias saat mendengarkannya. Terlebih, si anjing selalu menunjukkan kepintarannya dengan cara yang berbeda-beda.

Seperti pada hari ini, Mukidi lagi-lagi ingin menunjukkan keunggulan si anjing. Kali ini, si anjing memiliki kebiasaan baru. Setiap pagi, si anjing ini selalu membawakan Mukidi satu eksemplar koran. Tentu si Mukidi senang sekali. Ia menceritakan hal ini kepada teman-temannya.

“Kalau membawakan koran itu sepertinya hal yang biasa-biasa saja,” tukas salah satu teman Mukidi.

“Iya, bukannya memang sering ya anjing membawakan sesuatu untuk majikannya,” timpal teman yang lain.

Mukidi tidak terima jika anjingnya dianggap biasa saja. Menurutnya, sikap si anjing sangatlah luar biasa. Mukidi masih ngotot bahwa si anjing bukan sekedar mengantar koran.

“Kalian belum paham sih. Memang anjing yang membawa koran kepada tuannya terkesan biasa saja. Tetapi ada hal yang belum kalian ketahui,”  kata Mukidi tak kalah ngotot.

Tentu temannya juga semakin ngotot. Mereka mengira bahwa mendengarkan ocehan Mukidi sama saja dengan membuang waktu. “Lalu, apa istimewanya anjing peliharaanmu itu? Apakah dia membawa Koran dengan membacanya dulu? Itu baru istimewa,” kata salah satu teman sambil mengoloknya. Kalimat teman Mukidi yang satu ini memang mengundang tawa semua orang yang ada di sana.

Mukidi cukup kesal dengan olokan teman-temannya itu. Ia masih ngotot bahwa teman-temannya harus mendengarkan apa yang akan ia katakan.

“Begini ya teman-teman. Biar kujelaskan dan jangan menimpali terlebih dahulu,” kata Mukidi tidak mau kalah. “Anjingku ini selalu membawakan koran setiap pagi, selama seminggu ini.”

“Lalu?” sambung teman-temannya sambil berlalu, karena mereka sudah mulai bosan dengan ocehan Mukidi. Dengan enteng Mukidi melanjutkan. “Ya tentu saja anjingku ini pintar sekali karena aku sendiri tidak pernah berlangganan koran.  Entah koran siapa yang dibawanya.”