7 Tokoh Cerita Lucu Terkenal

Setiap cerita lucu pasti memiliki tokoh utama yang menjadi sumber kejenakaannya. Seperti manusia umumnya, setiap tokoh pasti memiliki karakter pribadinya masing-masing. Autentisitas karakter ini memunculkan ciri khas kelucuan masing-masing. Contohnya adalah Tony Blank yang terkenal dengan video Youtube-nya yang berjudul “Tony Blank Show” dan salamnya, “Separatozz”.

Tony Blank memiliki penampilan seperti gelandangan yang kurang waras, tetapi sering bicara seperti seorang intelektual, bahkan sampai mengutip kata-kata asing dengan gaya yang sangat meyakinkan. Tony Blank Show sempat terkenal pada tahun 2010 hingga 2011.

Tidak semua pembaca mengenal Tony Blank. Lain halnya dengan beberapa tokoh ini yang pasti Anda kenali: Abu Nawas, Nasrudin Hoja, Kabayan, Upin Ipin, Si Unyil, Mukidi dan Ponokawan (Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong)? Kalau belum kenal, saya bisa memastikan Anda kurang piknik. Hahaha.

Mari disimak ulasan tentang masing-masing tokoh dan petikan percakapan mereka yang bisa membuat Anda terkekeh geli.

  1. Abu Nawas

Tokoh yang bernama Abu-Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami ini lahir di Kota Ahvaz, Persia, dan hidup saat zaman keemasan Kerajaan Persia sewaktu dipimpin oleh Baginda Harun Ar-Rasyid. Abu Nawas dikenal sebagai seorang guru sufi dengan banyak pengikut sekaligus sebagai salah satu penyair terbesar sastra Arab hingga saat ini.

Di antara karya-karyanya, yang paling populer adalah syair Al-I’tiraf yang bermakna pengakuan. Abu Nawas dalam salah satu diskusi santainya dengan Baginda Harun Ar-Rasyid mengatakan bahwa ini adalah “doa menipu Tuhan”. “Merasa tidak pantas masuk surga, kok takut pada neraka? Kamu maunya dimasukkan Allah ke mana?” tanya Baginda Harun Ar-Rasyid pada suatu waktu.

Contoh cerita lucu Abu Nawas lainnya adalah saat Baginda Khalifah Harun Ar-Rasyid dan beberapa petinggi kerajaan berniat mengerjainya dengan menjadi ayam. Begini ceritanya:

Abu Nawas dipanggil untuk menghadap Khalifah dan mandi bersama dengan beberapa pejabat negara di kolam pemandian hangat milik kekhalifahan. Setelah semuanya turun ke bak pemandian, Khalifah kemudian memberikan kode untuk melaksanakan rencana isengnya. Khalifah dan semua yang mandi lalu berdiri sambil masing-masing memegang sebutir telur. Sambil berkokok, Khalifah Harun Ar-Rasyid lalu menunjukkan telurnya kepada Abu Nawas.

Baginda berkata sambil tersenyum pada Abu Nawas, “Hai, Abu Nawas. Sekarang cobalah menjadi ayam seperti kami dan bertelur! Kalau kau tidak bisa menjadi seperti ayam dan bertelur, aku akan memasakmu.”

Abu Nawas sejenak tampak murung. “Bagaimana mungkin aku bertelur seperti itu?” Setelah diam sejenak, Abu Nawas kemudian berdiri dan langsung berkokok dengan nyaring.

“Kenapa Kau, hai Abu Nawas?” Tanya Baginda.

Abu Nawas menjawab, “Koooookokookoook. Maafkan hamba, Baginda. Hamba adalah pria. Hamba tidak bisa bertelur karena hamba seperti seharusnya, menjadi ayam jantan bukan ayam betina. Kukuruyuuuuuuk.”

Seketika muka Baginda dan pejabat kekhalifahan yang mandi langsung memerah malu. Abu Nawas melanjutkan kokoknya dengan bangga, “Kukuruyuuuuuuk.”

  1. Nasrudin Hoja

Nasrudin atau yang lebih dikenal dengan nama Nasrudin Hoja adalah seorang tokoh sufi Turki yang lahir dan meninggal pada abad ke-13 di Akshenir (sekarang Turki). Nasrudin Hoja terkenal dengan humornya yang sufistik dan satir. Humor-humornya mendidik dan mencerdaskan, sering kali dipakai oleh banyak kiai dalam setiap ceramah untuk mencairkan suasana sekaligus memberikan ilmu dengan cara yang humoris.

Contoh cerita lucu Nasrudin Hoja seperti di bawah ini:

Seperti lazimnya seorang guru sufi, Nasrudin Hoja mendapat undangan untuk menyampaikan dakwah di suatu tempat. Setelah mengucapkan salam pembukaan dan selawat, Nasrudin Hoja membuka dakwah dengan pertanyaan, “Kalian tahu apa yang akan aku katakan?”

Seluruh hadirin serempak menjawab, “Tidak.”

Nasrudin lalu berkata, “Aku tidak punya keinginan memberikan dakwah pada orang-orang yang tidak tahu apa yang akan aku dakwahkan,” Nasrudin Hoja lalu turun mimbar dan langsung pergi.

Hadirin pun kebingungan dan bersepakat untuk mengundangnya kembali keesokan Jumatnya. Hari itu, Nasrudin menanyakan pertanyaan yang sama. Kembali dihadapkan pada pertanyaan serupa, hadirin serempak menjawab, “Tahu.”

Nasrudin lalu menjawab, “Karena kalian sudah tahu apa yang akan aku dakwahkan, aku tidak mau membuang-buang waktu lebih lama lagi untuk kalian. Wassalamualaikum,” tutup Nasrudin, lalu turun mimbar dan pergi dari sana.

Merasa makin kebingungan, hadirin kembali bersepakat memanggilnya lagi keesokan Jumatnya. Hadirin juga sepakat untuk menjawab secara kacau. Keesokannya, Nasrudin kembali menghadiri undangan dakwah dan menanyakan pertanyaan yang sama. Hadirin menjawab dengan tidak kompak. Sebagian menjawab “tidak” dan sebagian menjawab “tahu”.

Mendengar jawaban itu Nasrudin berkata, “Alhamdulillah, sangat bagus! Sekarang yang sudah tahu silakan menceritakan kepada yang belum tahu.” Nasrudin Hoja kemudian turun mimbar dan pergi.

Cerita-cerita lucu Nasrudin Hoja dan Abu Nawas dikabarkan banyak menjadi acuan kisah-kisah lucu lainnya. Seorang yang bijak dan cerdas, tapi bertingkah polos dan konyol sangat populer dijadikan cerita-cerita lucu zaman dulu. Contoh lainnya adalah Kabayan dan Ponokawan.

  1. Mukidi

Mukidi seperti dikabarkan oleh Beritagar.id adalah tokoh rekaan pengarang Soetantyo Muchlas. Tokoh Mukidi sudah dibuat sejak tahun 80-an, tapi baru terkenal lagi pada tahun 2016 lalu karena menjadi viral di media sosial. “Mukidi adalah permainan ambiguitas, terutama berkenaan dengan moral dan kepatutan,” kata pembuatnya saat menggambarkan kelucuan tokoh ciptaannya.

Salah satu contoh cerita lucu Mukidi di antaranya:

Suatu hari istri Mukidi bercerita padanya, “Mas, tadi waktu aku buka pakaian dalam di depan kaca yang di pinggir jendela, eh ada cowok ngelihatin aku terus.”

“Terus, kamu ngapain?” Tanya Mukidi.

“Aku malu banget, Mas. Aku tutupin aja muka aku pake daleman.”

“Dasar dodol!”

“Bukan dodol, Mas… tapi aku kan malu.”

  1. Kabayan

Kabayan adalah tokoh fiktif dari Sunda. Tokoh ini memiki karakter polos, sederhana sekaligus cerdas. Kepolosan yang ditunjukkan oleh Kabayan menurut banyak kalangan terinspirasi dari tokoh Abu Nawas dan Nasrudin Hoja yang disesuaikan dengan kultur Sunda.

Sama dengan kedua tokoh di atas, cerita-cerita lucu Kabayan banyak disisipi nilai-nilai khas budaya Sunda sehingga memiliki banyak makna. Sifat yang dimiliki Kabayan di antaranya adalah cageur (sehat fisik dan rohani), bageur (baik hati), pinter, motekar (kreatif), basajan (sederhana) dan rendah hati.

Salah satu contoh cerita lucu Kabayan berjudul “Kabayan Memetik Nangka”.

Suatu ketika, Kabayan disuruh mertuanya memetik buah nangka matang dari pohon nangka di pinggir sungai. Buah yang baru dipetik itu dirasa terlalu berat untuk dibawa Kabayan. Kabayan pun menghanyutkan buahnya ke sungai. Merasa tugasnya sudah selesai, Kabayan pulang ke rumah dengan hati riang.

Saat tiba di rumah, mertuanya kesal melihat Kabayan pulang dengan tangan kosong. “Mana nangka yang aku suruh kamu bawa pulang?” Tanya mertuanya.

Kabayan menjawab dengan santai, “Lo, memangnya buahnya belum sampai? Tadi sudah aku hanyutkan ke sungai dan kusuruh pulang duluan.”

  1. Upin-Ipin

Upin Ipin adalah tokoh animasi dari Malaysia yang digambarkan sebagai kembar identik. Upin Ipin memiliki banyak penggemar anak-anak di Asia Tenggara. Dengan tingkah laku persis seperti anak-anak TK yang polos, banyak ingin tahu dan senang bermain, Upin Ipin langsung mendapat tempat di hati anak-anak sejak awal pemutarannya.

Candaan-candaan yang dilontarkan oleh Upin Upin juga memiliki ciri khasnya tersendiri, polos dan menggemaskan. Kata-katanya yang populer adalah “betul, betul, betul” atau “ayam goreng”. Tidak jarang, anak-anak menirukan gaya bicaranya.

Cerita lucu Upin Ipin sampai saat ini masih rutin diputar di salah satu stasiun televisi swasta di siang hari. Salah satu episodenya menceritakan tentang Upin Ipin yang menggantikan Mail berjualan ayam goreng.

“Dua seringgit. Dua seringgit,” ujar Mail.

Rupanya, Upin Ipin sedang berjalan-jalan di pasar itu. Mereka tidak sengaja bertemu Ma’il. Berhubung Ma’il harus meninggalkan lapaknya sebentar, dia pun meminta Upin Ipin untuk menggantikannya sementara. Kedua bocah berkepala plontos itu pun meneriakkan jualannya dengan bersemangat. Lucunya, Upin Ipin ingin ayam gorengnya laku dengan cepat sehingga menjual 3-4 ayam goreng sekaligus dengan harga satu ringgit saja. Sekembalinya ke lapak, Mail langsung melongo dengan cara berjualannya Upin Ipin yang membuatnya rugi.

Adapun di media sosial masih sering dijumpai meme dengan karakter Upin Ipin. Meme yang mencantumkan foto kejadian yang sekiranya patut dikasihani dengan kalimat bertuliskan, “Oh, kasihan. Oh, kasihan. Aduh, kasihan.”

  1. Ponokawan

Ponokawan atau Wulucumbu di pewayangan Jawa beranggotakan Semar, Petruk, Gareng dan Bagong. Untuk Ponokawan raksasa ada Togog dan Bilung. Untuk tokoh Wayang wanita ada Cangik dan Limbuk. Tokoh yang paling sering dimunculkan adalah Semar, Petruk, Gareng, dan Bagong.

Dalam pewayangan, Ponokawan merupakan tokoh rekaan dari Jawa sehingga tidak akan dijumpai di Mahabharata dan Ramayana India. Beberapa sejarawan mengatakan, tokoh ini diciptakan oleh Sunan Kalijaga. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa Sunan Kalijaga hanya menciptakan Semar, Gareng dan Petruk. Tokoh Bagong, Togog, Bilung, Cangik dan Limbuk diciptakan oleh pujangga Jawa zaman Mataram Islam.

Selain tingkahnya yang konyol dan selalu menghibur para kesatria, Ponokawan juga mengandung banyak filosofi yang rumit. Petruk merupakan tokoh dengan karakter easy going, Gareng berkarakter intelek, Bagong ngeyelan, dan Semar yang bijak.

Cerita lucu Petruk; Gareng; Bagong; dan Semar banyak dipengaruhi oleh cara Dalang dalam membawakan peran, atau kelucuan pelawak dalam memerankan wayang Orang. Beberapa pelawak yang terkenal sering memerankan tokoh ini di antaranya ada Marwoto, Sumar Bagyo, Slamet Rahardjo dan Kirun. Dalam lawakannya, Ponokawan juga sering memberikan nasihat-nasihat khas Jawa.

Cerita lucu  tentang Petruk; Gareng; Bagong; dan Semar yang menjadi lakon utama cukup banyak. Beberapa yang terkenal adalah Petruk Dadi Ratu, Bagong Dadi Ratu, Baladewa Kembar, Petruk Takon Bapa dan Semar Gugat Kahyangan.

  1. Si Unyil

Si Unyil adalah serial yang sangat terkenal sejak pertama kali kemunculannya di TVRI pada tahun 1981. Serial Si Unyil sudah mengalami berbagai perubahan konsep acara, terakhir dikonsep menjadi Laptop Si Unyil yang ditayangkan di Trans7. Penciptanya adalah Drs. Suyadi yang juga akrab disapa dengan sebutan Pak Raden.

Si Unyil menceritakan tentang anak-anak Sekolah Dasar yang senang dengan petualangan dan mencoba berbagai hal-hal baru. Awalnya, Si Unyil berbentuk seperti boneka satu tangan yang dimainkan layaknya cara menggerakkan sarung tangan,

Salah satu kutipan yang masih sangat dikenal dari serial Si Unyil adalah  “Hompimpa alaiyum gambreng, Nek Ijah pake baju rombeng”. Kutipan yang tidak kalah terkenal adalah “Cepek dulu, dong!” dari Pak Ogah yang sudah mengalami perubahan menjadi “Gopek dulu, dong!”

Penutup

Setiap karakter jenaka yang masih sangat diingat oleh masyarakat banyak pasti memiliki ciri khas kelucuannya masing-masing. Nah, 7 tokoh cerita lucu terkenal di atas tidak hanya menunjukkan kelucuan, tapi juga karakter-karakter lainnya yang mudah diingat oleh masyarakat.

Dengan pola pikir sederhana, kelucuan yang mudah ditangkap secara umum dan jokes yang masih sangat populer hingga saat ini, 7 tokoh cerita lucu di atas pun masih sangat segar untuk dinikmati kisahnya. Jika kamu-kamu tertarik membuat cerita lucu, tokoh-tokoh di atas bisa menjadi inspirasi segar. Ayo, tuliskan cerita-cerita lucumu!