Pegawai Malas

Cerita lucu kali ini datang dari sebuah perusahaan besar di Jakarta. Siang itu tidak biasanya si bos tiba-tiba melakukan inspeksi mendadak mengecek kinerja para karyawannya. Ia berkeliling dari satu lantai ke lantai lain dan dari satu ruangan ke ruangan lainnya.

Sesampainya di lantai 4 gedung perusahaannya, dia menemukan seorang pria muda yang tengah duduk-duduk santai bersandar di dekat pintu. Tampaknya ia tengah bersantai.

Melihat semua karyawannya yang lain sedang sibuk bekerja, Bos pun kemudian datang dan menghampiri pemuda tersebut. Dia lalu bertanya “Hei kamu, berapa gajimu sebulan?”

Dengan sedikit terkejut si pemuda itu pun melihat ke arah si bos besar itu dan berkata, “Uhm… Sekitar 1 juta per bulan, memangnya kenapa, Bos?”

Mendengar jawaban pemuda yang santai-santai tadi, si Bos pun langsung mengeluarkan dompetnya. Dia lalu mengambil 10 lembar uang pecahan 100.000-an kemudian diulurkannya tangannya kepada si pemuda itu sambil berkata “Ambil, dan cepat pergi dari sini! Saya tidak ingin melihat kamu ada di kantor ini lagi!”

Pemuda itu pun merasa sangat rasa kaget sekaligus juga takut dengan bentakan si Bos. Dia pun segera meninggalkan tempat tersebut tanpa banyak bicara lagi. Semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut pun merasa terkejut dan diam.

Lalu dengan wajah yang berwibawa, si bos memandangi para karyawan yang sedari tadi memperhatikannya. Ia pun kemudian bertanya kepada orang-orang yang ada di sana, “Ada yang tahu dari bagian mana si karyawan pemalas tadi berasal?”

Suasana menjadi sangat hening sejenak karena khawatir si Bos akan marah-marah lagi, hingga akhirnya salah seorang staf mengacungkan tangan dan menjawab dengan nada sedikit ketakutan, “Oo… orang itu sama sekali tidak bekerja di sini Pak, di.. dia.. adalah seorang pengantar Pizza yang mengantarkan pesanan dari bagian personalia, Pak.”

Si Bos pun terdiam dengan wajah bingung dan tidak percaya dengan apa yang terjadi. Dia baru saja kehilangan satu juta rupiah di dompetnya untuk seorang pengantar Pizza.

Wow… uang memang selalu bisa menjadi bahan untuk cerita lucu, ya? Tidak ada kata-kata lain dari saya selain, “Turut berbahagia untuk si Mas Pengantar Pizza.”