Kiat Membangun Karakter dalam Cerita Lucu Komedi

Kelucuan dari suatu cerita dapat dibangun dari ide, bahasa, maupun setting yang dipakai. Adapun komedi yang sedang populer di Indonesia terbagi menjadi dua jenis, yaitu komedi situasi dan stand-up comedy. Pada komedi situasi, kelucuan tersebut dibangun dari konteks cerita. Sementara itu, stand-up comedy mengandalkan permainan bahasa untuk menciptakan cerita lucu.

Cerita Sehari-hari Menjadi Sumber Kelucuan

Komedi sebetulnya menghadirkan cerita yang berasal dari kehidupan sehari-hari. Beberapa orang mengatakan berkomedi bukan berarti menceritakan hal yang sudah lucu. Komedi adalah menceritakan hal yang biasa saja atau wajar terjadi, tetapi dilebih-lebihkan sehingga menjadi lucu. Komedi situasi menyajikan cerita biasa yang didukung konteks lucu. Seorang aktor atau artis dalam komedi situasi tidak perlu menjadi pelawak. Mereka cukup berakting biasa. Akan tetapi, kelucuan diciptakan dari situasi yang terjadi.

Contoh Komedi situasi adalah Tetangga Masa Gitu yang ditayangkan Net TV. Komedi ini dimainkan oleh artis, bukan pelawak. Sitkom ini mempunyai empat tokoh, yaitu Adi, Angel, Bastian, dan Bintang. Contoh adegan lucu sitkom ini yaitu ketika tokoh Bintang memberikan brownies yang ternyata rasanya tidak enak kepada tokoh Angel. Mertua Angel mengira brownies itu buatan menantunya. Lalu, Angel dinasihati mertuanya untuk mau mengakui bahwa dia tidak bisa memasak. Situasi Angel yang tidak memungkinkan untuk membela diri karena mertuanya yang berkata-kata dengan nada sangat bijak membuat cerita tersebut menjadi lucu.

Tampak dalam cerita di atas, kelucuan dibangun dari konteks situasi. Artis tidak perlu berkata-kata lucu. Sebetulnya, yang ditampilkan pada komedi di atas juga cerita biasa tentang kehidupan sehari-hari seorang menantu dengan mertua. Biasanya, menantu selalu ingin terlihat sempurna di mata mertua. Akan tetapi, mertua biasanya selalu menemukan celah untuk menegur menantu. Situasi cerita tersebut menjadi lucu ketika tokoh Angel tidak bisa membela diri terhadap perlakuan mertuanya.

Lain halnya dengan stand-up comedy, kelucuannya dibangun dari permainan bahasa melalui punch line. Punch line adalah statement akhir yang dilucukan untuk membuat penonton tertawa. Stand up comedy merupakan komedi lawak tunggal. Seorang komika, sebutan untuk orang yang melakukan stand up comedy, bercerita di atas panggung. Sebetulnya, hal yang diceritakan oleh komika adalah hal biasa atau sehari-hari yang dialami.

Komika Dzawin, salah satu finalis kompetisi Stand Up Comedy Indonesia Session 4 Kompas TV, kerap menceritakan kesehariannya sebagai anak pesantren. Suatu hari, dia bercerita tentang makanan anak pesantren yang bergizi. Kemudian di akhir cerita, dia mengatakan makanan untuk anak pesantren bergizi, tapi bergizi rendah. Bentuk-bentuk seperti itulah yang membuat cerita lucu komedi terbentuk. Awalnya bergizi itu diasumsikan sebagai makanan yang bernutrisi, kemudian dilanjutkan bergizi rendah. Berarti nutrisinya kurang.

Cara Membangun Karakter Cerita Lucu yang Unik

Karakter dalam cerita lucu dapat dibangun dari pemilihan ide cerita yang menarik. Cerita lucu yang berkarakter akan dapat dibuat dengan menceritakan hal tersebut dialami sendiri oleh pencerita. Nah, bagi Anda yang ingin membuat cerita lucu, berikut ini adalah cara membangun karakter cerita lucu yang harus diperhatikan.

  • Ceritakan Hal-Hal Yang Ada Di Sekitar atau Anda Mengalaminya Sendiri

Anda dapat menceritakan profesi, hobi, atau hal-hal unik lainnya yang ada pada diri Anda. Misalnya, Anda adalah seorang guru, ceritakan kejadian sehari-hari seorang guru. Ceritakan murid atau aktivitas saat mengajar di kelas. Dengan bercerita pengalaman pribadi, Anda dapat menceritakan detail-detail cerita yang tidak bisa diceritakan orang lain yang tidak mengalaminya.

Dalam stand-up comedy, beberapa komika yang menjadi juara kompetisi biasanya adalah orang-orang yang menceritakan keunikan masing-masing. Anda pun dapat menceritakan hal-hal yang terjadi di sekitar Anda. Misalnya, sebagai anak indekos, Anda dapat menceritakan kebiasaan anak indekos yang bisa dikembangkan menjadi cerita yang lucu.

  • Ceritakan Hal-Hal yang Bermanfaat

Selain menulis cerita yang berhubungan dengan keseharian, Anda dapat juga bercerita mengenai hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain. Misalnya, cerita-cerita komedi yang mengandung kritik sosial. Model-model tersebut dapat digunakan untuk menyindir atau menasihati. Anda tentu mengenal komika Pandji Pragiwaksono. Dia kerap menceritakan hal-hal lucu dengan tujuan melakukan kritik sosial. Cerita yang dia hadirkan mampu membuat orang yang mendengarnya berpikir bahkan melakukan perubahan.

Cara menyampaikan kritik sosial dengan berkomedi dapat menjadi pilihan. Cara tersebut dinilai lebih baik daripada protes secara langsung dengan cara anarkis. Contoh lainnya adalah program komedi Sentilan Sentilun di Metro TV, kelucuan dalam acara tersebut bertujuan untuk melakukan sindiran-sindiran kepada pemerintah. Berkomedi dengan menyampaikan hal-hal yang kritis dapat menjadikan cerita lucu yang Anda sampaikan berkarakter.

Tokoh Cerita Lucu yang Menjadi Ikon

Dalam suatu cerita, biasanya ada tokoh-tokoh yang memiliki karakter lucu sehingga cerita dapat lebih hidup. Tokoh cerita lucu dalam dunia pewayangan adalah Punakawan. Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong yang merupakan anggota Punakawan biasanya tampil di tengah-tengah cerita wayang untuk melucu.

Di masa sekarang, kita mengenal para komika atau pelawak yang dipilih menjadi pemain film untuk memainkan karakter lucu dalam suatu cerita. Misalnya komika Babe Cabita yang turut bermain dalam film Aku, Kau, dan KUA untuk membuat film tersebut menjadi lebih menarik dengan karakter lucu yang dia mainkan.

Terkadang, tokoh yang berkarakter lucu dapat hadir sebagai pemeran utama. Misalnya, sekitar tahun 90-an ada tokoh Lupus rekaan Hilman Hariwijaya dan Boim Lebon dengan karakternya sebagai remaja tengil. Karakter lucu tokoh Lupus dibangun dari ciri khasnya. Lupus terkenal dengan tebakan-tebakannya. Selain itu, sikap usilnya juga menjadikan karakternya lucu.

Lain lagi dengan karakter Dilan hasil rekaan Pidi Baiq. Tokoh Dilan terkenal karena kata-katanya yang berlebihan. Dilan digambarkan sebagai remaja usia SMA yang selalu pintar bermain kata-kata. Misalnya saja, kalimat “jangan pernah rindu, ini berat, kau takkan kuat, biar aku saja” yang dikutip dari Novel Dilan. Tokoh Dilan memainkan kata berat yang bermakna besar ukurannya dengan kata berat yang bermakna payah. Kecerdikkan memainkan kata-kata ini dapat Anda jadikan sebagai cara untuk menguatkan suatu karakter tokoh.

Karakter tokoh yang lucu dapat menjadi ikon yang selalu dinanti. Pada dasarnya, membaca atau menonton adalah kegiatan hiburan. Umumnya orang-orang menyukai adanya kelucuan untuk menghidupkan suasana. Sayangnya, terkadang tokoh yang berkarakter lucu itu harus dibangun dengan cara yang salah. Misalnya, saling mencela antartokoh. Apalagi celaan tentang fisik. Hal tersebut dapat cenderung ke arah penghinaan dan hal yang tidak menyenangkan. Cara melucu seperti ini sebaiknya mulai ditinggalkan. Jika Anda ingin membuat cerita yang lucu, bangunlah kelucuan itu dari ide yang menarik, bahasa yang lucu, atau buatlah ciri khas pada tokoh agar menjadi lucu. Hindari melucu dengan menghina suku, agama, ras, dan golongan.

Langkah-Langkah Membuat Cerita Lucu

Apakah Anda ingin membuat cerita lucu? Berikut ini adalah cara membuat cerita lucu yang bisa Anda praktikkan.

  1. Temukan Hal Paling Unik dan Menarik dari Diri Anda yang Tidak Ada Pada Orang Lain

Komika Abdur, Juara II Kompetisi Stand Up Comedy Indonesia Season 4 Kompas TV, selalu menceritakan pengalamannya sebagai warga Indonesia Timur yang penuh keprihatinan. Dia bercerita dari sudut pandang lain yang bisa dibuat lucu. Selain itu, Anda pasti mengenal film My Stupid Boss. Selain versi film, versi novelnya pun laris. My Stupid Boss dikarang oleh seorang penulis yang menceritakan pengalamannya memiliki atasan yang semena-mena dan keras kepala. Sikap atasannya yang menjengkelkan diubah menjadi cerita lucu yang disukai banyak orang.

Kedua cerita di atas merupakan contoh bercerita lucu dari pengalaman pribadi. Dengan membaca cerita yang bersumber dari pengalaman pribadi, pembaca akan mendapatkan informasi baru dari sekadar kelucuan yang dibuat penulis. Selain itu, cerita tersebut dapat membuka nilai-nilai kehidupan yang lain dengan menciptakan simpati dan empati terhadap sesama.

  1. Lebih-Lebihkan Cerita Anda

Menulis cerita yang dibangun dari kisah nyata, sebaiknya tidak dibuat sama persis dengan hal yang benar-benar Anda alami.  Tentukan bagian yang dapat Anda lebih-lebihkan dari cerita tersebut. Dengan begitu, pengalaman pribadi Anda akan menjadi sebuah fiksi yang menghibur. Langkah selanjutnya adalah menata alur cerita agar menjadi bagian-bagian yang runtut.

Jika Anda berpedoman hanya pada cerita asli yang dialami, tentu kurang menarik. Teknik melebih-lebihkan cerita dapat dilakukan dengan cara memberikan kejutan dengan akhir cerita yang sulit ditebak oleh penonton. Hal tersebut akan membuat cerita lucu yang Anda buat akan selalu diingat orang lain.

  1. Tulislah Kejadian yang Biasa Terlebih Dahulu

Komedi situasi biasanya diawali dengan naskah cerita. Seorang komika juga harus menulis materi terlebih dahulu sebelum tampil. Jadi, pada bagian awal menulis, mulai dengan menceritakan hal-hal yang biasa saja atau sudah semestinya terjadi. Jika dari awal Anda sudah mengatakan akan bercerita hal yang lucu, akan kurang menarik. Misalnya Anda mengatakan akan bercerita tentang orang yang terperosok ke sungai saat naik sepeda. Penonton atau pembaca sudah bisa menebak akhir cerita. Hal tersebut membuat cerita Anda kurang gayeng.

Lain ceritanya jika Anda menceritakan seseorang yang suka bersepeda di pagi hari dengan alur yang wajar. Kemudian, di akhir cerita Anda mengatakan bahwa teman tersebut terperosok ke sungai saat bersepeda pagi karena masih mengantuk. Dengan bahasa yang menarik, hal tersebut akan menjadi lebih lucu daripada Anda bercerita tentang hal yang memang sudah lucu. Teknik bercerita dalam komedi bukan menceritakan kembali hal yang lucu, tetapi bercerita hal biasa kemudian dilucukan untuk mendapatkan tawa penonton. Penonton cerita komedi biasanya menunggu kejutan-kejutan di akhir cerita yang menjadi sumber kelucuan.

  1. Tambahlah Hal Lucu atau Menarik untuk Mengakhiri Cerita Biasa Tersebut

Setelah Anda bercerita hal biasa, langkah selanjutnya adalah melucukan cerita tersebut. Anda dapat membuat kalimat memainkan bahasa pada cerita. Jika cerita itu berwujud komedi situasi, Anda dapat melucukannya dengan cara membuat akhir cerita yang tidak disangka-sangka oleh penonton. Di sinilah teknik melebih-lebihkan cerita dimainkan.

Pada stand-up comedy, Anda dapat melucukan cerita dengan memainkan kata yang memiliki makna ganda atau ambigu. Misalnya, kata berat yang bermakna ukuran besar dan parah yang telah dibahas sebelumnya. Contoh lainnya adalah permainan makna kata mahal dan murah pada kalimat lipstiknya mahal, bibirnya murahan. Kata mahal pada kata lipstik bermakna  harga yang tinggi, yaitu harga lipstik. Akan tetapi, murah pada bagian selanjutnya bukan bermakna harga yang murah. Kata murah yang mengikuti kata bibir bermakna sering mengucapkan kata-kata yang kurang baik.

Semoga beberapa cara di atas dapat membantu Anda untuk membangun karakter dalam sebuah cerita lucu. Pada dasarnya, suguhkan cerita yang baru dan unik. Jangan jauh-jauh untuk mencarinya, Anda dapat menemukan keunikan dari diri Anda atau hal-hal di sekitar Anda. Olahlah hal tersebut  dengan kata-kata yang menarik untuk menghasilkan suatu cerita lucu yang berkarakter. Selamat mencoba!