Lelucon Seorang Dokter

Cerita lucu banget tidak pernah ada habisnya. Cerita itu bisa saja diceritakan kembali oleh pendengarnya dan bisa jadi tambah lucu dan menghibur. Seperti cerita berikut ini yang didasari oleh kesalahpahaman seorang anak. Ketika diceritakan kembali, bisa membuat Anda tergelitik.

Sudah berhari-hari Bayu tidak keluar rumah. Ia berdiam diri di kamarnya dan hanya membuka pintu untuk makan atau ke kamar mandi. Ibunya sudah khawatir, sebab tidak biasanya Bayu menyendiri seperti itu.

Beberapa hari yang lalu, Bayu pergi untuk berkonsultasi ke dokter karena sedang batuk. Suara batuknya kadang mengganggu orang rumah saat tertidur, tetapi semua orang tidak tega memarahi Bayu karena tidak tega.

Ibunya sudah memaksa Bayu untuk kembali berobat ke dokter. Dia pikir, dokter yang sebelumnya tidak memberikan obat yang cocok, karena kondisi Bayu tidak kunjung membaik.

Saat Bayu hendak mengambil nasi untuk makan, Ibu menghampirinya, “Bayu, kenapa mengurung diri seperti ini, Nak?”

Bayu yang hendak menyuap nasi terpaksa harus menundanya, bukan karena pertanyaan Ibu tetapi karena batuknya yang sangat mengganggu.

“Waktu aku ke dokter, aku bilang batuk ini rasanya sangat gatal di tenggorokan. Kata dokter, Bayu sakit batuk berdahak.” Saut Bayu.

“Terus kenapa?” Ibunya bertanya bingung.

“aku takut, Bu…” Jawab Bayu

Belum sempat bertanya lagi, Bayu kembali batuk, kali ini dia langsung ke kamar mandi untuk membuang dahaknya.

“Ya ampun, Bayu, kamu harus segera ke dokter lagi sebelum batuknya tambah parah.” Kata Ibunya sembari mengusap-usap punggung Bayu.

“Aku nggak mau pergi ke dokter lagi.” Jawab Bayu.

“Kalau nggak ke dokter gimana sakitnya bisa sembuh?” Tanya Ibu.

“Dokter bilang, supaya tenggorokanku tidak gatal, tenggorokanku harus dikeluarkan dulu agar bisa digaruk, nanti dahaknya akan hilang juga. Habis bilang begitu, dia lalu tertawa. Bikin aku takut saja.” Akunya.

“Ah, Bayu, pasti kamu sedang dikerjai oleh dokternya. Seumur-umur nggak ada ceritanya tenggorokan dikeluarkan dulu baru digaruk.” Jelas Ibunya.

“Jadi, dokternya hanya bercanda, ya, Bu?” Tanya Bayu

“Ya, jelas!”

Apapun bisa menjadi cerita lucu banget, jika dipikirkan menjadi kenyataan, tentu akan membuat kita tertawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *