Pintar Seperti Pejabat

Kita semua rasanya paham, anak-anak memang punya “bakat” melucu alaminya sendiri. Banyak kasus celetukan maupun perkataan anak; yang sungguh tidak dipahami oleh orang dewasa–namun bisa membuat orang sama-sama terpingkal. Apalagi dengan sikap polos yang tidak dapat dimungkiri, hadir secara alamiah, tidak dibuat-buat.

Tidak heran, ada banyak cerita lucu ringan yang diangkat melalui perspektif anak-anak. Entah itu bertema obrolan ringan antara anak dan orang tuanya; antara anak dengan presiden/figur publik; hingga yang paling sering, antara anak dengan gurunya sendiri. Berikut adalah satu cerita lucu ringan yang melibatkan pembicaraan antara anak dengan gurunya.

Budi memang bukan anak yang baik di kelas. Ia kerap kali terlihat mengacau, atau justru bikin ribut yang mengganggu teman sekelasnya. Tidak pernah menyimak pelajaran di kelas, sehingga wajar saja nilainya hancur lebur. Beberapa guru bahkan sudah angkat tangan dan tidak mau tahu kegiatan Budi di kelas. Pokoknya, mengajar saja. Perkara Budi bikin ulah atau ribut di kelas, bukan urusan.

Hari Jumat adalah hari pelajaran matematika. Saat itu, materi pembelajaran adalah tentang hitung-hitungan. Untuk mengaktifkan kelas, sang guru sengaja membuat tanya-jawab. Nah, agar murid semakin antusias, guru sengaja membawa beberapa gambar hewan, lalu bertanya kepada masing-masing murid.

“Hayo, Siska. Coba hitung, di gambar ini, ada berapa kaki ayam?”

“Dua Bu!”

“Jawaban yang bagus, Siska.”

“Nah, giliran kamu, Joni. Coba hitung, ada berapa kaki gajah di gambar ini?”

“Empat Bu!”

“Oke sekarang giliran kamu, Budi,” ‘tembak’ sang guru, lantaran melihat sedari tadi Budi hanya mengganggu teman di sebelahnya. “Berapa kaki kambing di gambar ini?”

“Delapan, Buuu….”

Seisi kelas tertawa.

“Kok delapan. Bagaimana bisa begitu?”

“Coba hitung, Bu. Ada dua kaki di depan, dua kaki di belakang, dua kaki kiri, dan dua kaki kanan. Dua ditambah dua ditambah dua ditambah dua, jadi delapan kan, Bu?”

Sang guru hanya geleng-geleng kepala. Saking tidak pahamnya, ia berujar. “Oke Budi, sungguh pintar kau seperti pejabat saja!”

Itulah cerita lucu ringan tentang anak-anak. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *