Di Sebuah Kelas

Di sebuah kampus swasta, Cecep dan kawan-kawannya mengatakan bahwa mereka salah jurusan. Tidak hanya merasa menyesal karena harus berurusan dengan masa lalu, tetapi mereka juga menyesal memiliki beberapa dosen yang sering marah-marah. Mungkin ini karena ulah anak-anak Sejarah yang memang suka usil kepada para dosennya.

Dikira mahasiswanya sedang iseng, seorang dosen marah lagi. Akhirnya, bukannya malah tegang, para mahasiswa malah tertawa. Penasaran? Tentu saja, saya akan membagikan cerita lucu ngakak ini untuk Anda.

Musim penghujan sering membuat lampu ruang kuliah dan AC mati tanpa permisi. Saat dosen ceramah, tiba-tiba mati lampu. Sering-sering saja begitu. Entah mengapa, lampu mati saat perkuliahan itu malah membuat mata Cecep melek. Apalagi saat dosen sedang keluar, wah, mata, otak, dan pikiran Cecep seperti langsung menyala 100 watt.

Lampu masih belum menyala, tetapi sang Dosen sudah kembali lagi ke dalam kelas.

“Cecep, Tatang, Udin, dan yang merasa laki-laki, tolong buka seluruh jendela ya? Itu yang di atas, di belakang, di samping, semuanya harus dibuka supaya kelas menjadi terang”.

“Nah, kalau begini kan jadi kelihatan, mana yang mengantuk di kelas.”

Merasa tersindir, Cecep segera minta izin ke kamar kecil untuk cuci muka.  “Yang merasa mengantuk, silakan menyusul Cecep cuci muka ya”, ucap dosen Sejarah. Dalam sepersekian detik, kelas langsung kosong seketika.

Sebagai orang berpendidikan, dosen Sejarah itu merasa mawas diri. Meskipun tampak seperti cerita lucu yang tidak enak didengar, dia harus lebih sabar menghadapi para mahasiswa yang masih dalam tahap mencari jati diri itu.

Dengan wajah berseri-seri, Cecep masuk kelas pertama kali. Kemudian, diikuti teman-temannya satu per satu.

“Hey, Mas. Tolong jawab ya. Iya, kamu, yang dari tadi berdiri di belakang membelakangi saya”, kata dosen Sejarah. “Coba sebutkan nama-nama tokoh yang menandatangani Perjanjian Linggarjati”.

“Maaf, Pak. Saya tidak tahu”.

“Apa?” dosen itu mulai emosi. “Kamu tidak tahu? Saya kan baru menerangkannya 1 jam yang lalu. Hemm…. Baiklah, kalau begitu, sebutkan saja, pada tanggal berapakah perjanjian tersebut ditandatangani?”

“Maaf, saya tidak tahu juga itu, Pak”.

“Apa?” pekik dosen itu, tidak kuat menahan laju emosinya yang semakin memuncak. “Sejak minggu lalu, saya sudah menugaskan tugas itu. Hari ini, saya menjelaskan panjang lebar di depan kelas, dan kamu mengatakan tidak tahu. Lalu, untuk apa kamu datang ke kelas ini?”

“Saya sedang memeriksa kabel listrik di ruangan ini, Pak. Saya petugas PLN”.

Cecep yang dari tadi cekikikan tidak dapat menahan tawa dan kentutnya yang keluar secara bersamaan. “Ini cerita lucu ngakak, orang-orang harus tahu,” ucapnya sambil terpingkal-pingkal.