Curhat Dua Perampok Bodoh

Banyak komedian bertutur jika cerita lucu ngakak memiliki rumus ‘Tragedi + Waktu’, sehingga tragedi yang terjadi di masa lalu dapat menjadi cerita lucu ngakak di masa sekarang. Bahkan rumus tersebut berlaku bagi cerita mengenai pengalaman para pelaku kriminal. Seperti Tono dan Joko, dua perampok bodoh yang baru saja masuk penjara karena aksi perampokan yang telah dibuatnya. Ketika bertemu di dalam penjara, kedua perampok tersebut pun saling bercerita mengenai pengalamannya saat merampok.

Joko  : “Eh Ton, elu kok bisa masuk penjara? Bagaimana ceritanya?”

Tono  : “Gue merasa gagal jadi orang jahat Jok. Gue melakukan kesalahan terbodoh.” (sambil menahan isak tangis penyesalan)

Joko  : “Gue juga sebenarnya merasa gagal menjadi seorang perampok. Tapi elu cerita dulu dong.”

Tono  : “Jadi begini, waktu itu gue merampok minimarket. Gue ambil semua uangnya dan gue suruh kasirnya masukin uangnya ke dalam tas. Terus gue lihat ada bir juga di situ, terus gue suruh kasirnya masukin minuman itu ke tas gue juga.”

Joko  : “Terus?”

Tono  : “Dia nolak. Katanya dia enggak yakin kalau umur gue sudah 22 tahun. Terus dia enggak kasih.”

Joko  : “Terus? Elu nggak jadi ambil minumannya?”

Tono  : “Ya, gue kan pengen minum banget. Gue kasih lihat saja KTP gue dan gue kasih lihat kolom tanggal lahir! Terus akhirnya dia percaya deh kalau umur gue 22 tahun, akhirnya minumannya bisa dibawa ke rumah.”

Joko  : “Ya kalau gitu, berarti elu sukses dong? Dapat duit dan dapat minuman.”

Tono  : “Enggak lah. Gue kan kasih lihat KTP gue, di situ kan ada alamat gue. Terus kasir itu kasih alamat gue ke polisi.”

Joko  : “Wah, cuman gitu doang. Gue malah lebih goblog lagi dari elu.”

Tono  : “Lah, memang bagaimana ceritanya?”

Joko  : “Gue dulu bisa merampok mesin ATM dan bawa mesinnya ke rumah. Tapi sampai rumah gue kesal dan gue banting-banting mesinnya. Nggak lama polisi datang karena tetangga melapor ada keributan di rumah gue. Terus, ya sudah deh gue ketahuan mencuri ATM.”

Tono  : “Lah, kenapa elu banting-banting mesin ATMnya? Padahal kan elu udah berhasil?”

Joko  : “Itu ATM non-tunai Ton”

Kedua perampok bodoh itu pun kemudian menghabiskan malam dengan merenungkan kebodohannya. Di depan sel tahanan, dua polisi tertawa karena cerita lucu ngakak dari kebodohan dua perampok tersebut.