Pasien Sakit Jiwa Hobi Berenang

Cerita lucu selalu mengambil sudut pandang yang tidak biasa. Bahkan, kelakuan para penderita sakit jiwa pun kerap dijadikan tema dalam berbagai cerita lucu ngakak. Salah satunya adalah berikut.

Di sebuah kota baru saja didirikan rumah sakit jiwa. Dokter-dokter ahli kejiwaan pun diperkerjakan untuk mengobati para pasien yang mengalami sakit jiwa akut. Rumah sakit tersebut dibuat sangat mewah, lengkap dengan berbagai fasilitas, seperti perpustakaan, tempat olahraga, juga kolam renang.

Pemilik dan pengelola rumah sakit berharap dengan adanya fasilitas yang lengkap, pasien gangguan jiwa tersebut bisa segera pulih.

Setelah satu bulan berdiri dan beroperasi, pasien yang dirawat di rumah sakit jiwa itu meningkat mencapai ratusan orang. Ya, tingkat orang stres di kota tersebut memang sangat tinggi. Sehingga membuat seluruh petugas rumah sakit kewalahan.

Meski begitu, para pasien terlihat gembira dengan berbagai fasilitas yang disediakan. Proses pemulihan beberapa pasien pun terlihat cepat.

Melihat keberhasilan rumah sakit jiwa tersebut, seorang anggota komisi penyelidik datang dan mengunjungi para pasien. Dia bermaksud menganalisis dan mendata tingkat kebahagiaan, serta taraf penyembuhan para penderita sakit jiwa.

Saat pemeriksaan, komisi penyidik pun mulai mengumpulkan para pasien di ruang aula. Semuanya terlihat bahagia dan sehat. Anggota komisi tersebut tersenyum bangga. Tandanya para pengelola rumah sakit telah melakukan tugasnya dengan baik.

“Bagaimana keadaan kalian?” anggota komisi tersebut menanyai para pasien.

“Sehat sekali!” para pasien menjawab serempak.

“Apakah kalian senang di sini?”

“Senang sekali!” jawab mereka lagi.

“Apakah kelakuan kalian baik?” tanya anggota komisi lagi.

Semua pasien menjawab kompak, “Baik sekali, pak!”

Kemudian salah seorang pasien berdiri, “Saking baiknya kelakuan kami, direktur rumah sakit ini membangun sebuah kolam renang untuk kami lengkap dengan papan loncat”.

Anggota komisi mendengarkan dengan antusias, “Lalu?”

“Secara bergiliran kami bergantian menggunakan papan loncat itu. Seru sekali”.

“Kemudian?”

“Kemudian direktur bahkan berjanji. Jika kelakuan kami semakin baik, bulan depan ia akan mengisi kolam tersebut dengan air”.

Anggota komisi tersebut melongo sekaligus menahan tawa. Memang ada-ada saja cerita lucu dari para pasien penderita gangguan jiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *