Nasihat dari Anak SD

Banyak sekali cerita lucu di dunia ini. Sejak zaman dahulu, orang-orang senang mendengarkan cerita karena dianggap menarik dan mudah dipahami. Cerita yang disampaikan bisa menjadi cerita lucu percakapan yang berdasarkan pada cerita sehari-hari.

Suatu hari, ada seorang anak sedang duduk di kursi taman. Ia memakai seragam SD, tetapi badannya seperti anak remaja, gemuk sekali. Ia menggenggam sebungkus permen di tangannya.

Giginya ompong, ada yang mulai hitam dan keropos. Sepertinya, itu karena dia sering makan permen.

Tak lama, ada seorang pria duduk di sebelahnya. Pria tersebut memperhatikan anak itu dengan wajah yang heran.

“Dek, bajumu warna putih. Sayang kalau kotor. Seharusnya kamu pulang dulu, habis itu baru main.” Ucap bapak di sebelahnya.

Anak SD itu berhenti memakan permen dan sekilas menengok ke arahnya. Namun, tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya.

Kemudian Bapak yang duduk di sebelahnya berkata lagi, “uang kamu habis dibelikan permen, ya? Gigi kamu sampai ompong begitu.”

Mendengar perkataan Bapak tersebut, anak SD itu hanya menggeleng tanpa suara. Ia memakan permen yang masih tersisa.

Baru beberapa menit, Bapak tersebut berbicara lagi, “Dek, uang jajan seharusnya dibelikan makanan, bukan permen seperti itu.”

Mendengar ocehan tersebut, sang anak jadi terganggu, ia menggeser posisi duduknya. Kini ia berada di ujung kursi, jarak yang tidak terlalu dekat dengan Bapak yang tidak dikenalinya.

Nyatanya, Bapak itu tidak menangkap rasa bosan anak tersebut. Ia kemudian berbicara lagi, “Dek, makan permen tidak bagus untuk kesehatan kamu. Nanti kamu bisa kena penyakit gula dan meninggal!” katanya.

Kali ini, anak SD itu buka suara, “nenek buyut saya umurnya sudah lebih dari seratus tahun.” Jawabnya.

“Dia suka makan permen juga?” Tanya Bapak di sebelahnya.

“Tidak. Hanya saja dia tidak pernah mencampuri urusan orang lain.” Tukas anak SD tersebut dan dia langsung pergi meninggalkan Bapak itu sendiri.

Cerita lucu percakapan ini bisa menjadi salah satu cerita yang datang dari kehidupan sehari-hari. Mudah dipahami dan bermanfaat untuk lelucon semata dan nasihat untuk kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *