Mukidi Mengembalikan Dompet Pak Haji

Sebenarnya, banyak cerita lucu humor singkat yang dikemas dengan menggambarkan kisah sehari-hari tokoh di dalamnya yang terlihat sangat normal. Jadi, tokoh di dalam cerita tersebut juga bisa dibayangkan sebagai diri sendiri. Hanya saja, pastinya ada twist mengejutkan yang membuat kisah tersebut jadi lucu dan menarik untuk diikuti. Salah satu contohnya adalah cerita lucu humor singkat dengan seorang anak SMA bernama Mukidi. Untuk cerita lengkapnya, bisa disimak di bawah ini.

Suatu hari, ketika sedang di dalam perjalanan pulang dari sekolah, Mukidi menemukan sebuah dompet yang tergeletak di jalan. Ia menengok ke kanan dan ke kiri, tapi tak ada satu orang pun di sana. Maklum, jalan yang ia lewati memang terbilang sepi meskipun di siang hari.

Mukidi pun memungut dompet itu. Karena ia adalah anak yang sangat jujur, ia membuka dompet tersebut hanya untuk mengecek kartu identitas pemilik supaya bisa ia datangi rumahnya untuk mengembalikan dompet itu kepada pemiliknya. Rupanya, pemilik dompet adalah Pak Haji yang tinggal di RT tetangga. Tanpa buang waktu lagi, Mukidin langsung berangkat ke rumah Pak Haji.

Sesampainya di sana, Mukidin langsung mengetuk rumah dan mengucapkan salam, yang langsung dibalas oleh Pak Haji. Remaja itu langsung menyodorkan dompet di tangannya dan bertanya, “Pak Haji, ini dompet Bapak kan?”

Kaget dan senang, Pak Haji segera menerima dompet tersebut. “Betul! Kamu temukan di mana? Soalnya saya cari dari tadi pagi nggak ketemu-ketemu.”

Dengan rasa bangga, Mukidi menjawab, “Di sana Pak, dekat kuburan. Habis belok dari rumah Bu RW.”

Pak Haji langsung mengecek isi dompetnya. Dari raut mukanya, sepertinya isi dompetnya masih lengkap – tentu saja, karena Mukidin anak yang jujur. Hanya saja, ketika mengecek jumlah uangnya, Pak Haji sedikit mengerutkan dahinya.

Mukidi lantas bertanya, “Kenapa, Pak? Saya jujur saya nggak ambil apa-apa lho Pak.”

Pak Haji menjawab, “Nggak kok, ini uang saya utuh. Tapi herannya, saya ingat uang di dompet cuman ada satu lembar pecahan seratus ribuan, kok ini tahu-tahu jadi 10 lembar sepuluh ribuan, ya? Apa saya salah ingat?”

Mukidi menjelaskan sambil meringis, “Oh, kalau itu karena tadi saya tukarkan uangnya di warung Mak Imah, Pak. Soalnya kemarin saya juga nemu dompet jatuh dan saya antar ke pemiliknya. Tapi yang punya nggak bisa kasih saya persenan karena nggak ada yang receh, Pak Haji. Kalau sekarang, Pak Haji punya uang receh, kan?”

Polos tapi jenaka, lucu tapi mendidik. Begitulah kisah Mukidi, si remaja jujur yang ternyata punya banyak akal, tapi tidak perlu sampai mengganggu atau merusak kepunyaan orang lain. Semoga cerita lucu humor singkat ini mampu menghibur Anda!

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
4