Cerita Surti

Lelucon Suami Istri

Membicarakan lelucon suami istri mungkin menjadi bumbu rumah tangga yang sudah dialami oleh mereka yang sudah menikah. Bahkan ini menjadi suatu hal yang tidak boleh dilewatkan oleh pasangan suami istri, agar hubungan semakin romantis. Pada cerita lelucon suami istri kali ini, akan menceritakan salah paham istri kepada suaminya.

Salah Masuk Kamar

Malam hari Surti menunggu suaminya pulang, namun hampir tengah malam belum juga pulang. Surti saat itu baru pindah kos di kosan sederhana yang mepet satu kamar dengan kamar yang lainnya. Bentuk kamar dan pintunya pun juga hampir sama, sehingga jika masih orang baru susah membedakan kamar satu dan yang lainnya, jika tidak diberi tanda khusus.

Hampir tengah malam Suami Surti belum pulang, tiba-tiba pintu kosnya di ketuk dan Surti langsung membuka pintu. Ternyata itu Marsito tetangga kos sebelahnya.

“Mas, kenapa kesini?, rumah mas kan disamping ini” Surti menunjuk kamar kosan yang pas disamping kamar kosnya.

“Sur, tadi aku masuk, suamimu ada di dalam rumahku sama adikku, cepat ajak pulang suamimu adikku sudah hampir habis waktu kerjanya”. Marsito tampak marah-marah dengan Surti, Surti kaget bukan kepalang akhirnya dia dengan muka menakutkan mendobrak kamar kos sebelahnya.

“Dimana suami aku, bisa-bisanya dia main sama wanita lain” Surti mengamuk hebat.

Benar saja Surti menemukan suaminya ada di dalam kamar dengan adik Marsito, Surti langsung mengamuk hebat dan mengomeli suaminya.

“Ayah, berani-beraninya ayah selingkuh di kamar orang”, Surti marah besar.

“Ayah tidak selingkuh ibu, ayah berbuat baik ibu, sebab ternyata adiknya Marsito itu sama kaya Marsito, jadi ayah menasehatinya supaya tidak travelling malam ini” Jawab suami Surti. Surti kebingungan. Surti mendekati suaminya dan adik Marsito yang duduk membelakangi Surti.

“Astaga ayah, ternyata Marsito sama adiknya sama-sama Wariman (waria)”, Surti kaget melihat Marsito yang maskulin berubah feminim memakai rok dan rambut palsu begitu juga dengan adiknya.

“Perkenalkan nama saya kalau malam Marsiti, ini adik saya siang Siswanto malam Siswanti” sambil senyum-senyum manja kepada Surti dan suaminya.

Pesan moral lelucon suami istri di atas adalah, jangan suudzon dengan suami dan begitu sebaliknya, karena bisa jadi apa yang dilakukan tidak sesuai dengan apa yang dituduhkan.