Kisah Seorang Tukang Ojek

129

Lelucon RecehBerbeda dengan guyonan lucu lainnya, lelucon receh kadang dianggap sebelah mata. Pasalnya memang humor yang disajikan terkadang murahan, sepele dan tidak berkualitas. Namun begitu, kalau tidak ada lelucon receh kadang hidup kurang menarik. Bahkan, walaupun dianggap tidak berkualitas masih banyak penikmatnya yang terbahak – bahak. Seperti lelucon receh berikut ini yang mengisahkan nasib malang seorang tukang ojek.

Sore ini di tempat parkir ojek, Nanto sedang menunggu penumpangnya. Yup, dirinya merupakan tukang ojek. Tak berselang lama, ada seorang wanita tua menghampiri Nanto.

Wanita: “Ojek ya, Mas?”

Nanto: “Ibunya mau ojek, ke daerah mana, bu?”

Wanita: “Udah jalan aja, Mas, nanti tak arahin jalannya!”

Nanto: “okelah, ayo berangkat, berangkat!”

Tanpa pikir panjang Nanto membawa wanita tua tersebut.

Wanita: “Mas… mas, belok ke kanan!”

Nanto: “Baik bu!”

Wanita: “Belok kiri mas!”

Nanto: “Oke, BU!”

Wanita: “ini lurus saja, mas! Setelah ada bunderan ambil arah ke kanan, nanti ada jalan Patimurra, dari Jalan Patimura ada air pertigaan, masnya ambil jalan ke kanan saja, terus lurus sampai ketemu stasiun. Dari stasiun lurus saja sampai ada jembatan, habis jembatan ada jalan belok ke kanan. Nah masnya belok ke kanan.

Nanto: “Ribet amat, Bu. Sebenarnya alamat rumahnya di mana sih”

Wanita: “Ikuti saja jalannya, sampai ketemu sungai, sebelah sungai ada jalan setapak. Nah, rumah saya masuk jalan setapak itu.”

Nanto: “Oh, iya baik, bu”

Setelah setengah jam, akhirnya Nanto berhasil mengantarkan wanita tua tersebut ke rumahnya. Wanita tua tersebut memberikan sejumlah uang. Tetapi Nanto diam saja. Tidak ada angin tidak ada hujan, Nanto terlihat bersedih dan menangis.

Wanita: “Kenapa mas? Kurang uangnya? Kalo kurang saya tambah 10 ribu ya?”

Namun Nanto malah menangis lebih kencang lagi.

Wanita: “Masih kurang mas? Jangan nangis gitu dong mas! Ini 50 ribu buat mas. Langsung pulang aja soalnya udah mulai gelap!”

Nanto pun bertambah kencang menangis.

Wanita: “Ada apa sih mas?”

Nanto: “Sebenarnya saya baru pertama kali ngojek bu! Jadi, saya lupa jalan pulangnya… Ibunya sih muter – muter gak bisa pulang, nih saya” ditambah nangisnya yang semakin menjadi.

Pengalaman menjadi salah satu pelajaran berharga yang bisa dipetik dari lelucon receh di atas. Semoga cerita di atas cukup menghibur Anda.