Uang Kembalian

Lelucon Matematika

Matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang jarang disukai oleh anak-anak, karena dirasa sulit dan memusingkan. Banyak yang beranggapan bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang mematikan. Namun, siapa sangka dibalik seramnya matematika ada banyak lelucon matematika yang bisa membuat kita tertawa dan juga berpikir dengan menggunakan logika dan otak kanan. Selain itu, adanya hal tersebut membuat matematika tidak lagi menjadi mata pelajaran yang menyeramkan.

Salah satu lelucon matematika yang paling banyak digemari adalah cerita tentang uang kembalian. Cerita tersebut bisa membuat kita berpikir dengan logika dan hal tersebut sangatlah menyenangkan. Inilah ceritanya:

Cerita ini terjadi pada suatu hari dimana seorang guru matematika akan mengetes kemampuan para muridnya. Hal tersebut dilakukan karena pada bulan depan sekolah sudah memasuki Ujian Akhir Semester (UAS).

Guru : “Selamat pagi anak-anak”

Murid : “Selamat pagi bu guru” (Jawab murid-murid serempak)

Guru : “Sekarang ibu mau mengetes kalian semua tentang matemtika, apakah kalian siap?”

Murid : “Siappp bu guru”(Jawab mereka serempak dan semangat)

Guru : “Kemarin sore ibu punya uang Rp. 1500 lalu ibu mau beli bakso dan ternyata harganya Rp. 750, nah kembalian ibu berapa?”

Murid : “ Rp. 750 buuu.” (Jawab murid-murid dengan percaya diri dan serempak)

Guru : “Kalian SALAH, yang benar itu Rp. 250”(dengan menekankan pada kata SALAH)

Murid : “ Lah bu kok bisa gituu” (tanya murid dengan penasaran)

Guru : “Bisa dong, kan ibu ngasihnya uang Rp. 1000 saja ke tukang baksonya jadi kembaliannya cuma Rp. 250, HAHAHAHA (sambil tertawa) kena juga akhirnya kalian”

Murid : “HUUUHUUUUUHUU” (para murid kesal)

Setelah membaca cerita lelucon matematika tentang uang kembalian pasti kalian berpikir bahwa matematika ternyata bisa dibuat sebuah lelucon. Biasanya matematika merupakan mata pelajaran yang serius namun nyatanya tidak semua matematika seserius itu. Masih banyak lelucon tentang matematika yang bisa bikin kalian berpikir ulang dan matematika tidak hanya menggunakan pikiran namun juga menggunakan logika.