Bulan dan Matahari

Humor Sufi 6

Tidak dapat diragukan lagi bahwa bulan dan matahari punya fungsi yang sama-sama penting untuk kehidupan manusia. Jika anak Anda menanyakan mana yang lebih penting di antara keduanya, pasti Anda juga menjawab bahwa keduanya memiliki fungsi masiing-masing yang sangat penting, baik di malam hari maupun di siang hari.

Jangan sampai, jawaban Anda seperti Nasruddin Hoja. Pria ini menganggap bahwa salah satu dari keduanya tidak memiliki peran apa-apa, bahkan tidak dia butuhkan. Wah, mana kira-kira diantara bulan dan matahari yang menurutnya tidak bermanfaat?

Suatu hari, Nasruddin dan tetangga duduk-duduk di malam hari. Mereka sedang bertugas untuk melakukan ronda. Keduanya berbincang asyik hingga sampai pada percakapan unik tentang bulan dan matahari.

Awalnya, Nasruddin hanya mengatakan bahwa salah satu dari benda langit ini lebih berguna. “Kamu tahu nggak kalau bulan punya fungsi lebih besar daripada matahari,” katanya. Sontak, si tetangga pun terkejut. Ia tentu tidak percaya begitu saja karena selama ia sekolah, ia mempelajari fungsi benda-benda langit untuk kehidupan manusia. Terlebih matahari, sebagai sumber sinar UV yang bermanfaat bagi manusia.

Para tetangga pun kompak menanyakan alasan ini kepada Nasrudin.

“Masa iya? Tahu dari mana? Apa alasannya?” kata para tetangga.

Nasruddin pun tidak merasa bersalah. Ia tetap pada pendiriannya. Ia bersikukuh bahwa matahari tidak mempunyai manfaat sama sekali dan hanya bulan yang dapat memberi manfaat bagi manusia. Begini alasan Nasruddin.

“Coba kalian bayangkan, Malam hari kan tidak pernah ada sinar selain sinar dari bulan. Berarti bulan sangat bermanfaat. Nah, bagaimana dengan matahari? Kita tidak perlu matahari kalau siang, karena siang sudah sangat terang benderang. Benar kan, matahari tidak bermanfaat?”

Pastinya, para tetangga kesal dengan jawaban Nasruddin yang tidak masuk akal ini. Lhah, bagaimana siang bisa terang benderang kalau tidak ada matahari? Apa Nasruddin lupa, atau malah tidak mengerti kalau sinar tersebut datang dari sinar matahari? Wah, Nasruddin ini memang ada-ada saja.