Barter Sandal dengan Air

Bagi orang zaman sekarang, mandi dan wudhu di sungai pastinya sudah tidak lagi dilakukan. Apalagi bagi mereka yang tinggal di perkotaan.  Saat ini, banyak desa dimana penduduknya sudah memaksimalkan lahan hunian mereka dengan MCK pribadi.

Namun, berbeda dengan zaman dahulu. Mandi dan wudhu di sungai bukanlah hal yang asing. Bahkan, semua aktivitas rumah tangga yang membutuhkan air menuntut siapapun ke sungai.  Sungai masih sangat jernih saat itu, dimana tidak ada polusi industri dan rumah tangga yang sangat parah seperti saat ini.

Karena itu jangan heran, kisah-kisah dongeng sangat sering menjadikan sungai sebagai salah satu obyek cerita. Bahkan, sungai menjadi latar belakang cerita yang paling sering kita baca. Salah satunya adalah dongeng kocak tentang si Nasruddin Hoja yang terkenal dengan kegokilannya itu.

Sehari-hari, Syaik Nasruddin memang melakukan aktivitasnya di sungai yang tak terlalu jauh dari rumahnya. Tak terlalu jauh disini bisa lebih dari 1km dimana orang desa selalu mencapainya dengan berjalan kaki. Nah, Nasruddin pun tidak pernah absen ke sungai, terutama untuk mandi dan sekalian wudhu.

Suatu hari, Nasruddin melakukan rutinitasnya. Ia menuju ke sungai. Kali ini ia hendak ke masjid dan ia hanya ingin berwudhu saja. Biasanya, ia tidak menemui kendala saat berwudhu di sungai. Tapi, kali ini mungkin ia sedikit meleng, tidak menaruh sandal di tempat yang aman. Nah, terjadilah tragedi ini. Sesaat setelah berwudhu, ia hendak mengambil sandal. Ternyata, si sandal memilih untuk ikut arus sungai yang cukup deras saat itu.

Nasruddin pun kesal bukan kepalang, ia berusaha mengejar sandal tersebut dari pinggiran sungai. Tetapi, arus air terlalu deras. Nasruddin pun tidak dapat meraih sandal satu-satunya yang ia miliki. Kekesalan ini tidak ia simpan dalam hati. Ia pun meneriaki si sungai.

“Hey, kamu sudah mengambil sandalku. Ini airmu aku kembalikan, tetapi kamu harus mengembalikan sandalku,” katanya sambil mendorong air kearah dimana sandalnya hanyut.