Teroris Jadi Menteri

Kehadiran Gus Dur pada setiap kesempatan, baik resmi atau tidak resmi, selalu ditunggu siapa saja.  Selain pidatonya yang kocak, ia pun kerap melontarkan kritik yang memang pas untuk disampaikan. Kritik sarkasme tersebut juga selalu mengundang tawa siapa saja yang mendengarnya.

Salah satu guyonan berbau sindiran ia ungkapkan saat ia didapuk untuk pidato pembuka konsolidasi nasional Partai Kebangkitan Bangsa yang digelar di Hotel Sari Pan Pacific tahun 2006 lalu. Sebagai acara berskala nasional, tentu yang hadir adalah hampir semua pejabat yang berada di bawah naungan PKB, dan juga beberapa menteri. Tamu undangan yang datang kira-kira berjumlah 200 orang.

Teroris jadi menteri?

Gus Dur yang juga merupakan staf kepresidenan ini mengomentari soal teroris yang sudah tak ada lagi di Indonesia pada 2006. Memang, di tahun tersebut, kasus terorisme sempat mereda setelah tertangkapnya beberapa gembong teroris oleh pihak kepolisian RI.

Lalu, apakah maksudnya Indonesia sudah aman dari teroris?

“Semua terorisnya sudah jadi menteri sekarang, jadi CIA sampai berkelakar bahwa Indonesia bebas dari teroris,” kata Gus Dur yang mengundang tawa tamu yang datang. Maksud Gus Dur para ‘teroris’ adalah mereka yang gemar menebar rasa takut pada masyarakat. Entah menteri siapa yang dimaksudkan, tetapi guyonan ini memang sarat sindiran, namun tetap saja menggelikan.

Pada kesempatan tersebut, Gus Dur melontarkan kritikan kepada pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang ia anggap kurang tegas untuk Timor Leste. “Negara kecil seperti Timor Leste bisa mempermainkan negara kita, tentu negara kita jadi bahan tertawaan,” katanya.

Tawa hadirin juga pecah saat Gus Dur menyinggung impor garam. “Garam sampai impor itu kan keterlaluan karena Indonesia dikuasai 70%  air. Kalau bodoh beneran sih gak apa-apa, tapi bodoh kok disengaja,” papar Gus Dur yang melanjutkan bahwa pengimpor mendapat 10 dollar setiap satu ton.

Yang lebih menggelikan lagi adalah komentarnya tentang pembunuh Munir.  “Saya tahu pembunuh Munir. Tapi biar saya simpan saja karena saya takut dibawa ke pengadilan,” disusul gelak tawa tamu.