Musuh Orde Baru

Bagi kalangan Nahdliyin, julukan “Gus” diperuntukkan bagi anak-anak kiai yang dihormati. Dan panggilan tersebut akan melekat walaupun anak itu sudah berumur dan menjadi bapak atau kakek. Contohnya Abdurrahman Wahid yang biasa dipanggil dan dikenal dengan sebutan Gus Dur, Mustofa Bisri yang dipanggil Gus Mus, Ahmad Bahauddin Nursalim yang dipanggil Gus Baha dan masih banyak lain sebagainya dengan tidak menyebutkan diri sendiri.

Berbeda dengan sikap hormat yang ditunjukkan oleh kalangan Nahdliyin, pandangan pemerintah Orde Baru justru berbalik 180 derajat kepada orang-orang dengan julukan Gus itu. Mereka tidak menyukai para Gus tersebut, terlebih mereka yang cukup kritis dan banyak memberi komentar, pendapat serta kritik perihal kekuasaan. Begitu juga dengan Gus Dur.

Gus Dur dan sikapnya yang kritis pada pemerintah Orde Baru itu membuatnya menjadi dikucilkan. Apalagi karena ucapan beliau seringkali cukup pedas, sehingga beliau dianggap sebagai musuh pemerintah. Tapi Gus Dur tidak peduli dengan hal tersebut.

Baca Juga : Humor Gus Dur Waktu Nyantri

Selama ini orang menganggap bahwa hanya beberapa Gus yang tidak disukai oleh pemerintah. Sampai saat itu, ketika sedang mengadakan jamuan makan malam dengan para tamunya, Gus Dur, seperti biasa, berusaha untuk bersikap hangat dan mencairkan suasana dengan bercanda dan melontarkan humornya.

Di tengah-tengah obrolannya dengan para tamu setelah makan malam selesai, Gus Dur kemudian mengatakan bahwa ternyata selama ini ada satu lagi “Gus” yang juga dianggap musuh seperti dirinya dan Gus-Gus yang lain.

Tentu saja ucapan Gus Dur itu membuat para tamu yang ada menjadi penasaran akan siapa yang dimaksud oleh Gus Dur. Mereka menebak-nebak sembari menunggu Gus Dur mengungkap sebuah nama yang ditunggu-tunggu.

“Gus yang tidak disukai pemerintah lainnya adalah Gusmao,” kata Gus Dur tidak disangka-sangka, membuat para tamu yang menghadiri jamuan makan malam itu tertawa. Beliau menyebutkan nama belakang dari Kay Rala Xanana Gusmao, yang saat ini adalah Presiden Timor Leste. Kay Rala Xanana Gusmao  juga adalah pemimpin dari Fretilin yang kala itu masih di penjara.