Cara Menggunakan Rem Kaki

Humor Gus Dur 4

Gus Dur cukup sering mengunjungi serta berbincang dengan banyak kiai yang ada di Indonesia, terutama kiai yang tinggal di pulau Jawa. Ketika beliau masih dalam keadaan sehat, bukan rahasia lagi kalau Gus Dur memang seringkali datang pada kiai-kiai tersebut.

Mungkin juga inilah kenapa Gus Dur terus terpilih menjadi Ketua Umum PBNU, meskipun beliau terbilang sering mengeluarkan pernyataan yang dianggap banyak orang cukup kontroversial walaupun pernyataan tersebut hanya bercanda.

“Tidak banyak orang yang tahu bahwa Saya bisa saja melakukan perjalanan sebanyak lebih dari empat ratus kali dalam kurun waktu setahun hanya untuk berjumpa dengan para kiai tersebut,” katanya pada suatu hari.

Baca Juga : Humor Gus Dur Mencuri Ikan

Saat Muktamar NU pada tahun 1989 di Jogja, Gus Dur banyak diserang dengan tajam perkara opini-opininya di dalam acara pertanggungjawabannya selaku Ketua Tanfiziah, beliau tetap saja terpilih kembali sebagai memimpin NU secara aklamasi.

Hal tersebut tentu saja dapat terjadi karena cara diplomasi beliau yaitu dengan mengunjungi banyak kiai di seluruh pelosok, termasuk yang tempat tinggalnya terpencil dan jauh dari jangkauan. Sebab, para kiai itu juga yang punya peran penting untuk menentukan siapakah Ketua Tanfidziah berikutnya.

Karena banyaknya kiai yang telah ditemui, tentu Gus Dur juga banyak menemui cerita lucu dari kiai tersebut. Salah satunya adalah cerita yang pernah ia tulis dalam suatu majalah ternama. Kiai yang ia ceritakan mempunyai nama yang cukup unik, yaitu Kiai Wahab Sulang yang berasal dari Rembang.

Walaupun istri Kiai Wahab Sulang adalah salah satu anggota DPRD yang cukup gaul dan sering mengikuti acara non-santri, kiai yang satu ini tetap saja populer di kalangan para pengikutnya.

Cerita ini berawal ketika istri sang kiai mendapat sepeda motor angsuran. Kiai tersebut kemudian langsung mencoba menggunakan motor tersebut tanpa pikir panjang yang kemudian mengakibatkan Kiai Wahab Sulang menabrak rumah. Dampaknya lumayan parah karena motor itu rusak dan ia sendiri terluka.

Ketika Gus Dur bertanya, mengapa Kiai tersebut bisa menabrak rumah, begini jawabnya. “Karena saya pakai rem kaki.”

Gus Dur pun heran mendengar jawaban itu. “Bukannya rem kaki memang harus digunakan ya, Kiai?”

“Iya, tapi yang saya pakai bukan rem kaki yang itu. Yang saya maksud, saya hanya mengerem menggunakan kaki, karena tidak tahu cara menggunakan rem kaki.”