Bangunkan Kalau Sudah di Purwokerto

Masih ada lagi lo, cerita lucu ngakak abis yang bisa kita baca untuk menghibur diri. Ini salah satunya.

Ada Mbok Sumi di cerita lucu ngakak abis kali ini. Mbok Sumi memiliki seorang anak yang baru berusia 6 tahun bernama Septian. Sejak usia 2 tahun, Septian tidak pernah bertemu dengan bapaknya. Si bapak memang telah lama merantau dan tidak pernah pulang.

“Pak sopir, saya titip anak saya. Dia mau bertemu ayahnya.” Mbok Sumi berbincang kepada sopir bus AKAP jurusan Solo – Jakarta.

“Lo, ibu memangnya tidak ikut?”

“Ah, saya sibuk, Pak. Nanti kalau sudah sampai Purwokerto tolong bangunkan dia saja.”

Septian duduk di samping tempat duduk sopir. Dasar anak kecil, dia tidak mau diam dan terus bertanya kapan sampai di Purwokerto.

“Om, kapan sampai Purwokerto?”

“Masih lama, Dek. Ini juga baru keluar terminal. Kamu tidur saja.”

“Oh begitu? Ya udah, Om telolet saja kalau begitu.”

Setelah dibunyikan klakson telolet, Septian berteriak kegirangan dan diam sesaat. Namun, tidak lama dia bertanya lagi kepada sopir bus.

“Sudah sampai Purwokerto belum, Om?”

“Sabar, Dek! Ini kita juga belum keluar Solo.”

“Telolet lagi kalau begitu, Om!”

Klakson dibunyikan dan Septian kembali diam.

“Ini sudah di Purwokerto ya, Om?”

“Astaga! Belum, Dek! Belum!!! Kamu tidur saja pokoknya. Nanti saya bangukan kalau sudah sampai Purwokerto.”

“Telolet lagi boleh, Om?”

“Tidak boleh! Tidur saja sana!”

Bus terus melaju menuju Jakarta. Seluruh penumpang tertidur pulas, termasuk Septian. Ketika bus sudah masuk Purwokerto, sopir lupa untuk membangunkan Septian. Bus tetap melanjutkan perjalanan hingga ke Jakarta.

Sampai di Jakarta, sopir bus baru teringat dengan Septian. Dia lalu menyesal karena tidak membangunkan Septian. Si Sopir lalu berniat untuk mengantarkan kembali Septian ke Purwokerto. Karena kasian, penumpang yang lain juga setuju untuk ikut kembali ke Purwokerto.

“Dek, bangun! Sudah sampai Purwokerto ini.”

“Sudah sampai ya, Om?”

Septian membuka tasnya dan mengeluarkan nasi kotaknya.

“Kok malah mau makan? Bukannya turun di Purwokerto?”

“Siapa yang turun di Purwokerto, Om? Saya turun di Jakarta. Simbok saya bilang, saya baru boleh makan bekal nasi kotak kalau sudah sampai Purwokerto.”

Wah, gara-gara sopir yang kurang tanggap, jadi sia-sia perjalanan semua penumpang bus. Jangan sampai kejadian seperti cerita lucu ngakak abis di atas menimpa kalian semua.