Kursi Roda Misterius

Cerita Lucu Mukidi 11

Setiap akhir pekan, Mukidi berusaha menjernihkan pikiran. Maklum, setelah seminggu bekerja, ia ingin sedikit bersantai. Ia sengaja memilih berbagai macam tempat untuk refreshing. Pekan ini, ia pergi ke bar, untuk sedikit minum-minum dan cuci mata.

Namun, kali ini ia bukan hanya cuci mata. Melainkan ia harus menolong seorang bapak tua. Saat Mukidi memasuki bar, ia melihat ada seorang bapak. Yang membuatnya heran adalah bapak yang sudah sangat tua ini duduk di lantai. Mukidi pun berusaha mendekati. Ia meraba leher dan pergelangan tangan si bapak. Terasa masih ada denyut jantung. Ia pun segera menolong pria ini berdiri.

Ia kesulitan mengangkat pria ini, kakinya sangat lunglai. Mukidi pun kelelahan. Mukidi mengira pasti bapak ini sedang mabuk berat. Mukidi pun berpikir untuk menolong pria ini nanti saja.

“Ia pasti nanti sadar dan bangun. Mending aku pesan minum saja dulu,” gumam Mukidi yang cukup haus dan lelah.

Mukidi pun memesan minuman dan menikmati minumnya. Ia tetap membiarkan si bapak tua yang tergeletak di sampingnya itu. Sambil menikmati minumnya, ia terpikir untuk mencari tahu tentang si bapak tua ini.

Mukidi mencari dompet si bapak dan berharap ada kartu tanda pengenal dimana ia dapat mengantar pulang si bapak. Ia menemukan KTP dengan alamat si bapak. Setelah selesai minum, ia pun berinisiatif untuk mengantar pulang bapak tua ini. Tetapi, Mukidi masih menemui kesulitan. Si bapak ini tak kunjung sadar dan ia tidak dapat menopang kakinnya.

Mukidi pun akhirnya berhasil mengangkat pak tua dengan dibantu beberapa orang. Si bapak tua itupun berhasil dibawa ke dalam mobil. Mukidi dengan setengah menggerutu berpikir bahwa pak tua ini sedikit tidak tahu diri karena mabok berat. Ia pun segera memacu mobilnya menuju ke alamat yang ada di KTP.

Tibalah ia di rumah yang dituju. Segera ia menekan bel rumah tersebut. Muncullah seorang wanita yang sudah cukup tua. “Benarkah ini kediaman pak Tabok,” tanya Mukidi kepada wanita itu.

Si wanita terlihat senang dan mengucapkan terima kasih atas kebaikan Mukidi. Tetapi, ia lanjut bertanya, “Kursi roda suami saya mana?”