Tinju Kelas Berat

Cerita Lucu Abu Nawas 24

Hari itu, Abu Nawas sedang berjalan-jalan di Baghdad saat ia melihat banyak sekali reklame pendaftaran tinju kelas berat yang terpasang di mana-mana. Karena penasaran, Abu Nawas kemudian melihat reklame pendaftaran tersebut dan membacanya baik-baik. Tertulis di reklame itu bahwa pemenang dari tinju kelas berat itu akan dihadiahi emas seberat satu kilogram.

Melihat tawaran hadiah yang menarik itu membuat Abu Nawas langsung saja mendaftarkan dirinya untuk mengikuti pertandingan tersebut. Melihat Abu Nawas mendaftar, para panitia pun menjadi bingung dibuatnya. Badan Abu Nawas ini kecil dan kurus, apa yakin akan mengikuti lomba tinju kelas berat ini? Bisa-bisa malah dia tewas duluan melawan para petinju lainnya.

Tibalah hari tinju kelas berat itu diselenggarakan. Pertandingan demi pertandingan antar peserta berjalan dengan lancar sampai tibalah giliran Abu Nawas untuk maju dan melawan petinju lawannya. Majulah petinju itu ketika namanya dipanggil oleh pembawa acara. Akan tetapi, saat nama Abu Nawas dipanggil sampai berkali-kali, pria itu tidak kunjung menampakkan dirinya. Entah kemana perginya Abu Nawas saat itu.

Karena Abu Nawas tidak hadir, maka terpaksa pertandingan antara keduanya ditunda. Petinju kelas berat yang menjadi lawan Abu Nawas menjadi geram mendengar hal ini, kemudian ia berusaha mencari tahu dimana tempat Abu Nawas tinggal agar ia bisa menghampirinya secara langsung.

Tidak berlama-lama, esok harinya petinju itu benar-benar mendatangi kediaman Abu Nawas sesuai dengan alamat yang diberikan. Alangkah terkejutnya petinju tersebut ketika melihat rumah Abu Nawas. Rumahnya kosong, tetapi di halaman depan rumah tersebut terdapat beberapa celana pendek untuk tinju berukuran besar yang sedang digantung.

Melihat itu, nyali sang petinju kelas berat mendadak langsung menurun. Dalam hatinya ia berkata “Matilah aku! Lawanku ini pastilah berbadan besar! Kalau aku terkena pukulannya barang sekali saja, bisa mati aku ini,” pikirnya. Setelah itu ia kembali dan memutuskan untuk mengundurkan diri dari pertandingan tersebut. Dengan begitu, Abu Nawas menjadi pemenangnya dan berhasil mendapatkan emas seberat satu kilogram.