Bukan Penjual Gorengan Biasa

Ada banyak cerita lucu kocak yang bisa dijadikan penghibur saat suntuk. Salah satunya adalah yang melibatkan Cak Mamat dan Jopi, preman gahar di sebuah terminal besar di Jakarta.

***

Cak Mamat, 54 tahun, hari ini menggantikan Cak Ukun yang biasa menjual aneka gorengan dan mangkal di perempatan tak jauh dari Terminal Tanahabang. Kebetulan Cak Ukun sedang menunggui istrinya yang akan melahirkan di rumah sakit.

Di daerah Tirtonadi, ada satu preman yang terkenal sangat garang, kejam, dan sering bawa-bawa pedang ke sana kemari. Jopi namanya. Nggak lama berkeliling, si Jopi melihat ada pedagang baru yang menggelar lapak di daerah kekuasaannya.

Jopi pun langsung mendekat ke gerobak dagang Cak Mamat, dan tanpa ragu menyomot gorengan yang ada di depannya. Satu sudah habis, tambah satu lagi. Waktu mau mengambil gorengan yang ketiga, tangan si Jopi langsung dicegah Cak Mamat.

Cak Mamat: Jangan sembarangan ngambil dagangan gue, dong. Kalau mau beli bilang, nanti gue ambilin. Emangnya ini dagangan bapakmu?

Jopi: Kurang ajar! Situ gak kenal Jopi ya?

Jiwa preman Jopi pun muncul. Dia langsung mengeluarkan pedang andalannya. Terus memamerkan sambil mengusap-usap ke lengan. Dipikirnya Cak Mamat bakal takut melihatnya.

Cak Mamat: Oh, maksudnya pedangmu mau dituker tempe?

Jopi: Tempe mbahmu! Gue bacok mati lo!

Dibegitukan, Cak Mamat tak peduli dan tetap fokus dengan gorengannya di wajan.

Tiba-tiba saja, Cak Mamat dengan santai mengambil tempe panas yang masih digoreng di wajan dengan tangan langsung. Wah, luar biasa. Si Jopi pun terheran-heran sambil menelan ludah.

Selang semenit, Cak Mamat pun memasukan tangannya ke penggorengan. Mengambil minyak panas dan mengusapkannya ke muka sembari bilang ke Jopi, “Masih mau tempenya?”

Melihat aksi debus Cak Mamat, nyali Jopi pun menciut dan langsung lari tunggang langgang.

***

Makanya nggak usah kebanyakan tingkah. Dilawan pake debus kapok, lo!

Semoga cerita lucu kocak di atas bisa jadi obat penat paling jitu buat pembaca sekalian, ya.