Taruhan Berbahaya

Cerita Lucu Abu Nawas 21

Siapa yang dapat mengalahkan Abu Nawas dalam hal kecerdikan? Karena hal inilah, teman-teman Abu Nawas memberikan tantangan kepada si cerdik ini dengan imbalan yang tidak tanggung-tanggung.  Apa tantangan itu?

“Abu Nawas, kali ini kami ingin memberikanmu tantangan besar.  Hadiahnya seratus keping uang emas kalau kamu bisa memantati raja saat jamuan makan malam minggu depan. Pasti kamu tidak berani,” kata salah satu teman Abu Nawas.

“Aku hanya takut pada Allah SWT, jadi aku tidak takut dengan tantanganmu,” papar Abu Nawas. Padahal dia sendiri belum menemukan ide bagaimana caranya ia dapat memantati raja tanpa takut menyinggungnya.

“Baiklah, tantangan kamu terima ya? Raja harus mau dipantati dan tertawa saat kamu melakukannya,” kata teman-temannya itu. Abu Nawas tetap mengiyakan dengan mantap.

Hari-hari yang dilalui Abu Nawas terasa cukup memusingkan karena Abu Nawas berpikir keras dalam memecahkan tantangan ini. Teman-temannya pun penasaran bagaimana akhir cerita dari jamuan makan malam yang akan digelar nanti malam.

Akhirnya, hari yang ditunggu tiba. Jamuan makan malam tersebut sangat meriah dan raja-raja dari berbagai negara datang menghadiri undangan dari baginda raja Harun Al Rasyid. Abu Nawas yang sudah menyiapkan strategi menjawab tantangan tersebut sedikit was-was. Ia khawatir jika strateginya ini gagal dan justru kepalanya yang dipenggal.

Ia pun hadir di jamuan makan malam dan duduk di tempat yang paling jauh dan terpisah dari yang lainnya. Tentu hal ini menarik perhatian baginda raja yang saat itu mendapat kesempatan berpidato. Ia pun menegur Abu Nawas.

“Hey Abu Nawas, mengapa kamu tidak duduk di atas karpet seperti tamu-tamu yang lain? Ayolah bergabung bersama mereka,” kata sang raja sebelum memulai pidato.

“Saya sudah duduk di atas karpet, baginda,” kata Abu Nawas. Baginda pun tidak percaya.

“Apakah Baginda ingin bukti?” Abu Nawas pun mendekat kepada baginda dan menunjukkan potongan karpet di pantatnya.

Tentu saja, Abu Nawas sudah berhasil menjawab tantangan itu. Baginda tertawa melihat pantat Abu Nawas yang memang ditempeli karpet. Teman-teman Abu Nawas pun tersenyum kecut sambil menyerahkan kepingan uang emas mereka kepada si cerdik ini.