Cinta, Perang, Telur

Puisi Lucu Berantai

Puisi lucu berantai merupakan salah satu karya seni yang biasanya sering ditampilkan dalam acara-acara perayaan. Namun, saat ini karya seni ini sudah jarang digunakan. Padahal puisi berantai ini bisa jadi pelengkap acara yang akan membuat acara semakin hangat karena kelucuannya.

Berdasarkan definisinya, puisi berantai memiliki pengertian sebagai gabungan dari beberapa puisi. Biasanya puisi ini terdiri atas 3 atau lebih puisi dengan alur cerita yang berbeda. Sehingga untuk memainkannya tidak cukup oleh satu orang saja. Meskipun alur ceritanya berbeda, namun puisi tersebut bisa nyambung satu sama lain.

Misalnya saja, dalam puisi tersebut ada 4 buah alur cerita yang dibawakan. Maka pemain puisinya juga harus 4 orang. Agar lebih memadai, setiap pemain bisa memakai kostum yang sesuai dengan isi puisi yang akan dibawakan. Dijamin, penonton akan terkekeh-kekeh ketika melihat penampilan puisi berantai lucu itu.

Contoh Puisi Lucu Berantai

Judul: Cinta, Perang, Telur

Cinta:

Di bawah pohon tanjung
Denganmu hanya berdua
Saling mengikat janji
Menatap bulan…

Perang:

Menanti musuh yang akan datang
Prajurit sejati siap perang
Saya prajurit di medan parit
Saya…

Telur:

Pedagang telur
Berjalan ke sana kemari
Berjualan telur sambil berteriak
Telur….! telur…!

Cinta:

Dimana, kasih, dimana?
Dimana janjimu?
Janji yang telah kita ikrarkan berdua
Di sini aku menanti siang dan malam…

Perang:

Tak usah gentar!
Karena saya telah berjanji pada tanah air
Jiwa raga akan dipertaruhkan
Untuk menyerbu musuh sambil tiarap di atas rerumputan
Pelan… pelan…

Telur:

Menyisir jalanan dan perempatan
Berkeliling di kampung-kampung
Berjalan menghitung langkah
Tanggungan mulai terasa berat…

Cinta:

Tapi keyakinan hatiku takkan berubah
Tak kan pernah berpaling pada yang lain
Jodoh tiada ke mana
Kasih takkan putus
Aku janji…

Perang:

Merdeka atau mati!
Meski hancur raga
Meski tumpur di medan perang
Hanya satu keyakinan…

Telur:

Jualan telur selamanya!
Telur…! telur…!
Suara semakin parau
Badan pun mulai terasa lemas

Cinta:

Karena kau telah berkhianat
Kehancuran memenuhi jiwa
Yang tersisa hanyalah…

Telur:

Tanggungannya saja!

 

Cinta:

Kasihku!

 

Perang:

Gugur di medan perang

 

Telur:

Tertimpa tanggungan telur

Contoh puisi berantai jenaka di atas adalah salah satu contoh puisi berantai yang bisa kamu gunakan untuk menghibur para tamu dalam sebuah acara. Agar lebih lucu lagi, gunakan kostum yang sesuai, yaitu kostum pedagang telur, wanita, dan tentara. Dengan begitu penampilan puisi lucu berantai kamu akan lebih pecah.