Cak Lontong Keluar Negeri

Lawakan Cak Lontong

Siapa disini penggemar lawakan cak Lontong? Setiap orang pasti mengidolakan lawakan cak lontong, karena isi semua lawakannya sangat lucu dan menghibur. Lawakan cak lontong hampir diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia, cak lontong membawakan lawakan tidak hanya dalam bentuk cerita lucu tertulis. Melainkan dengan video yang dishare pada youtube, jadi orang-orang bisa mengetahuinya dengan cepat.

Salah satu judul lawakan yang dibawakan cak lontong adalah pergi keluar negeri.

Setelah liburan ke luar negeri cak lontong berkumpul dengan teman-temannya. Dirinya hendak bercerita bagaimana keseruan liburan di negeri orang. Cerita liburannya disampaikan secara runtut, mulai dari persiapan liburan hingga sesampainya di luar negeri. Cak lontong bersama dengan temannya kemudian bercakap-cakap membahas keseruan liburannya.

“Kamu habis dari luar negeri ya?” kata teman cak lontong

“Iya benar, saya liburan ke luar negeri. Ini baru pulang.”

“Tujuan liburan ke negara mana?”

“Negara Inggris, saya ingin menghabiskan liburan ke London. Karena menurut sumber informasi yang saya baca, kota London sangat indah”

“Coba ceritakan pengalaman liburanmu selama persiapan hingga sampai disana!”

“Persiapan memakan 3 bulan lebih.” Kata cak lontong

“Lah lama amat persiapan 3 bulan?”

“Ya karena saya harus belajar bahasa Inggris dulu hehehe”

“Yee kirain persiapan barang bawaan tong”

“Hehe bukan bro, kemudian waktu hari keberangkatan saya ke Bandara bawa mispott”

“Pasport tong, bukan mispott”

“ Hehehe sori, kemudian saya menuju imigrasi. Scan pasport lalu keluarlah data-data saya. Saya menunggu di pesawat tidak dipanggil-panggil, eh ternyata saya udah di dalam pesawat. Lalu pesawat berangkat dan saya pun terlelap, ketika bangun eh udah melek.

“Tong bangun-bangun udah sampai bukan melek dong” kata teman cak lontong kesal.

“Ya terserah saya dong. Lanjut setelah sampai langsung ke imigrasi lagi. setelah selesai di imigrasi, saya pun mencari taksi. Dan menunjukkan rute perjalanan ke hotel.

“Kenapa elu nggak bilang aja ke supir taxinya dimana alamat hotelnya”

“Ya saya pikir, memang saya sudah belajar bahasa Inggris. Tapi mereka kan belum tentu belajar bahasa Indonesia.

“@#$%^&”Teman cak lontong kesal.