Mengantri

Lawakan Warkop

Lawakan warkop menjadi sarana hiburan bagi banyak orang dari zaman ke zaman. Tingkah lucu dari ketiga tokoh utama warkop memang bisa membuat orang terhibur. Sama seperti salah satu cerita lawakan warkop berikut ini.

Hari itu, di sebuah toilet mess, seorang wanita dengan handuk tersampir di pundaknya ingin masuk ke toilet. Ingin mandi rupanya. Wanita tersebut mengetuk pintu toilet, tidak ada jawaban yang didengarnya. Pastilah toilet tersebut kosong. Kemudian wanita tadi membuka pintunya dengan menekan pegangannya.

Tidak bisa terbuka. Pintu itu seperti dikunci. Tapi wanita itu yakin sekali tidak ada orang di dalam sana. Sekali lagi ia mencoba membukanya. Gagal, pintu itu tetap tidak bisa terbuka. Kemudian, Kasino datang, ikut mengantri toilet umum tersebut.

Melihat kehadiran Kasino, wanita itu menyuruhnya untuk membuka pintu tersebut. Kasino mengusap-usap tangannya, yakin bisa membuka pintu tersebut. Akan tetapi, setelah dua kali mencobanya dengan keras, pintu itu tetap tidak terbuka.

“Pintunya macet. Apa terkunci, ya?” tanya Kasino.

“Tidak mungkin,” kata wanita itu. “Tidak ada orang di dalam.”

Setelah itu, Indro pun datang. Sepertinya ia juga butuh untuk ke toilet. Kasino dan wanita tadi menyuruhnya untuk mencoba membuka pintu tersebut. Percuma, mau sekuat apapun tenaga Indro untuk menekan gagang pintu itu, tetap saja tidak terbuka.

Semuanya mulai bingung, bertanya-tanya apa sebenarnya yang membuat pintu tersebut macet. Tak lama kemudian, Dono juga datang. Yang lain menyuruhnya untuk membuka pintu, barangkali bisa.

Dengan percaya diri, Dono melakukan hal yang sama dan hasilnya tetap saja pintu tidak terbuka. Mereka bingung, sementara antrian semakin lama semakin banyak. Rasanya toilet ini memang tidak bisa digunakan.

Ketika orang-orang mau pergi, ada seorang pria datang dan melihat kerumunan itu. Ia tersenyum ramah sekaligus heran pada orang-orang tersebut, kenapa semuanya mengantri dan tidak ada yang masuk toilet.

Meskipun bingung, pria itu mengabaikannya. Ia menggeser pintu toilet tersebut dan masuk ke dalam sebelum melempar senyum lagi kepada para pengantri toilet yang menepuk dahi mereka.

Hahaha, ternyata pintu toilet di cerita lawakan warkop ini bisa dibuka dengan digeser dan bukan ditekan seperti yang dilakukan orang-orang tadi!