Jubah Hitam

Jubah hitam bisa berarti macam-macam. Saat ini, sangat jarang manusia modern yang mengenakan jubah. Tetapi busana warna hitam bisa melambangkan banyak momen. Biasanya, baju hitam digunakan saat berkabung. Ada juga mereka yang harus mengenakan hitam supaya terkesan garang dan sangar seperti para preman. Atau, baju hitam dikenakan supaya setara dengan profesi, yaitu dukun, yang selalu mengenakan pakaian hitam, dan juga meminta syarat yang juga berwarna hitam seperti ayam hitam dan telor hitam.

Memang, busana hitam tidak selalu dikaitkan dengan hal-hal yang suram, menyedihkan dan supranatural. Saat ini, busana hitam tidak selalu digunakan saat berkabung. Busana hitam bahkan sempat menjadi tren. Tetapi, tentu hal ini tidak berlaku untuk tokoh favorit kita, Nasruddin Hoja.

Sehari-hari, Nasruddin sebagai seorang mullah mengenakan busana berwarna netral dan tidak mencolok. Karena itulah, saat ia sedang mengenakan busana hitam, banyak orang terheran-heran. Apalagi saat ia memakainya berhari-hari. Tentu para tetangga heran, mengapa Nasruddin tiba-tiba mengenakan baju hitam kemana-mana. Mau bertanya nanti dikira kepo, tetapi jika tidak bertanya nanti dianggap tidak perhatian.

Wajar saja, karena memang warga zaman dulu sangat memperhatikan lingkungan. Mereka yang mengenakan busana hitam-hitam identik dengan kedukaan. Hitam sangat lekat dengan kematian. Pelayat yang hendak mengantarkan seseorang ke tempat peristirahatan terakhir banyak mengenakan hitam. Tentu, keluarganya juga pasti mengenakan baju hitam pula. Bahkan, mereka dapat mengenakannya hingga lebih dari tujuh hari.

Awalnya, para tetangga juga memperhatikan Nasruddin yang tidak pernah lepas dari baju hitamnya. Lama kelamaan, para tetangga penasaran juga. Mereka akhirnya bertanya kepada Nasruddin mengapa ia terus mengenakannya, apalagi sampai berhari-hari.

“Nasruddin, apakah ada keluargamu yang meninggal? Atau apakah ada tetangga kita yang sedang berduka?,” tanya seorang tetangga yang sempat penasaran dengan gaya busana Nasruddin.

Saat Nasruddin mendapatkan pertanyaan tersebut, ia juga enteng menjawab, “Yah, aku hanya siap-siap saja. Aku mengenakan busana hitam untuk jaga-jaga siapa tahu ada yang meninggal, karena orang meninggal tidak dapat kita duga.”