Arti Lambang Burung Garuda

Anak-anak memang mempunyai banyak pertanyaan yang tidak diduga. Menjadi kritis seperti salah satu tokoh di cerita humor kemerdekaan ini tentu baik, karena dengan begitu anak menjadi lebih berani untuk menyampaikan ide.

Humor kemerdekaan ini berawal dari ketika pelajaran IPS tengah berlangsung di suatu kelas sekolah dasar. Selesai Pak Guru menjelaskan materi hari ini, ia bertanya. “Ada yang hendak ditanyakan?” dan saat itulah, tangan salah seorang murid yang terkenal sangat kritis di sekolah itu teracung. Melihat dia bertanya merupakan hal yang biasa dan sering terjadi. Dan biasanya, pertanyaannya itu bukan pertanyaan biasa sehingga sering membuat para guru kagum.

“Ya, kamu Nak. Apa yang hendak kamu tanyakan?” tunjuk Pak Guru.

“Begini Pak, saya ingin tahu kenapa lambang negara kita itu burung Garuda?”

Baca Juga:  Ujung-Ujungnya Nanya Pacar

Pak Guru langsung menjawab pertanyaan tersebut. “Karena itu sesuai dengan hari kemerdekaan kita. Kita merdeka tanggal 17 Agustus 1945. Sementara 17 adalah jumlah bulu burung di sayap, 8 atau Agustus adalah jumlah bulu burung di ekor, sedangkan 45 adalah jumlah bulu yang berada di leher.”

Mendengar jawaban dari Pak Guru, murid kritis itu mengangguk-angguk mengerti. Akhirnya Pak Guru bertanya lagi. “Apa ada lagi yang hendak bertanya?”

Lagi-lagi, si murid kritis tersebut mengangkat tangannya. Rupanya ia belum puas dengan jawaban dari Pak Guru, maka ia menanyakan sebuah pertanyaan lagi.

“Apa lagi yang hendak kamu tanyakan Nak?”

“Lalu Pak, kenapa kita merdekanya di tanggal 17 Agustus dan bukannya di tanggal yang lain? Misalnya, kenapa kita tidak merdeka di tanggal 02 Januari saja? Saya penasaran Pak.” Pertanyaan dari murid tersebut disambut anggukan teman-teman sekelasnya.

Baca Juga:  Renungan Untuk Berbuka Puasa

Mendengar pertanyaan seperti ini, Pak Guru menjadi bingung. Kemudian ia berusaha memikirkan jawaban yang tepat agar murid itu puas dan tidak bertanya lagi.

Akhirnya beginilah jawaban yang keluar dari mulut Pak Guru. “Kalau kita merdeka di tanggal 02 Januari tentu lambang negaranya bukan burung Garuda, tetapi capung yang mempunyai dua sayap dan satu ekor.”

Mendengar jawaban itu si murid pun terdiam. Tidak ada salahnya untuk menjadi pribadi yang kritis seperti tokoh di humor kemerdekaan ini.