Putus

Kisah remaja yang sedang kasmaran memang selalu seru untuk dibahas. Cerpen lucu romantis ini akan menceritakan tentang seorang remaja yang sedang galau karena diputusin.

Beginilah cerita itu bermula..

Aku diajak oleh teman satu kosku untuk keluar mencari makan, seperti biasanya. Dia bilang, dia ingin mencari makan berat.

“Indomaret Taman Kuliner saja yuk, sambil duduk-duduk,” ajak teman kosku itu, membuat aku bingung. Pengin makan berat kok malah ke Indomaret.

“Kamu ini mau makan sabun cuci atau nasi? Kenapa Indomaret?”

Temanku menggeleng. “Nggak jadi. Di depan Indomaret ada martabak. Aku mau itu saja, ayo!” karena temanku itu begitu semangatnya, kutemanilah dia ke Indomaret membeli martabak.

Akhirnya kami duduk di kursi depan Indomaret. Temanku itu melamun saja, akhirnya kuputuskan untuk masuk ke Indomaret membeli es krim untuknya. Dia tampak sangat senang menerima es krim pemberianku itu.

Aku sepertinya tahu apa yang terjadi dengannya. “Kamu berantem?” tapi ternyata dia menggeleng.

“Lalu?” aku masih penasaran, namun temanku itu bergeming. Lama kemudian, barulah ia menjawab. “Ann, sebenarnya, aku putus.”

Putus? Astaga, betapa bencinya aku dengan kata itu.

“Dia bilang, dia sudah tidak tahan dengan hubungan tanpa status ini. Apalagi setelah melihatku bermesraan dengan pacarku yang di Jakarta.”

Aku bingung dengan penuturan temanku ini. “Pacar di Jakarta?”

“Iya, sebenarnya aku sudah punya pacar. LDR seperti kamu. Terus aku sama yang ini dengan status masih punya pacar. Eh tapi ternyata dia malah ninggal aku setelah beberapa kali jalan bareng.”

“Jangan sedih gitu. Kalau disuruh milih, kamu milih yang mana?” tanyaku.

Tak ada jawaban darinya. Ah, aku jadi teringat pacarku yang sedang di Korea. “Baguslah kalau dia memutuskan hubungan. Sekarang kamu bisa fokus dengan pacarmu yang di Jakarta.”

“Tapi.. aku dan dia udah..” dia menunjuk bibirnya. Aku mengerti maksudnya.

“Itu tanda dia gak serius sama kamu, Vrey. Kamu cuma jadi mainannya, memang kamu mau?” Vrey menggeleng.

“Ya sudah, ayo pulang!” kataku setelah martabak pesanan kami sudah selesai.

“Kamu dan pacarmu, apa kabar?”

“Baik-baik saja.” Jawabku. Ah, jadi rindu. Cepatlah kembali, Cammiy-ku. Cinta memang lucu.

Dari cerpen lucu romantis ini, kita dapat belajar untuk setia pada satu orang dan jangan mau menjadi mainan laki-laki.