Kena Tilang

Cerita Lucu Mukidi 17

Mukidi adalah seorang yang tekun menjalankan ajaran agamanya. Mukidi yang memeluk agama Islam ini rutin mengamalkan amalan wajib maupun sunnah seperti shalat lima waktu, membaca Alquran dan amalan sunnah lain.

Pada suatu hari yang sedikit terik, bertepatan dengan hari Jum’at Mukidi melakukan aktifitas wajib untuk umat Islam pada umumnya yaitu ibadah Shalat Jum’at. Mukidi sudah bersiap siap, mulai dari mandi, menyiapkan baju koko dan sarung yang rapi, tidak lupa mengenakan parfum agar terlihat segar.

Mukidi sudah siap berangkat menaiki Motor matiknya menuju masjid yang letaknya sedikit agak jauh dari rumahnya.

Kegiatan shalat Jum’at Mukidi berjalan dengan khusu’ dan khidmat. Selesainya Mukidi shalat Jum’at, ia bergegas pulang kerumah. Ditengah-tengah perjalanan Mukidi bertemu dengan polisi yang sedang bertugas menertipkan pengendara yang menggunakan jalan.

Mukidi yang tidak tahu apa-apa akhirnya di stop oleh seorang polisi yang bertugas. “Bapak tidak memakai helm. Jadi bapak saya tilang”, hardik pak polisi dengan sangat tegasnya.

Tidak ingin kalah dengan argumen pak polisi, Mukidi menjawab hardikan tersebut dengan sangat polos “Mengapa saya harus pakai helm pak? Saya kan sudah pakai peci”

Pak polisi yang tidak habis pikir dengan jawaban Mukidi akhirnya menjelaskan kepada Mukidi “Pak, kalau Anda tidak menggunakan helm, jika terjadi kecelakaan itu sangat berbahaya. Helm bisa melindungi kepala Anda pak”.

Merasa masih benar dengan tindakannya, Mukidi pun menjawab penjelasan pak polisi “Tapi kalau helm jatuh kan bisa pecah pak, sedangkan peci enggak”, jawab mukidi

Polisi yang bertugas menjelaskan kepada Mukidi tentang pentingnya penggunaan helm di jalan ketika berkendara. Setelah mengalami perdebatan panjang, akhirnya Mukidi mengakui bahwa ia salah dan mengakui keteledorannya. Setelah saat itu, Mukidi tidak pernah menaiki motor tanpa menggunakan helm.