Sandal Ajaib

Cerita Lucu Abu Nawas 18

Desa tempat Abu Nawas tinggal adalah sebuah desa yang sangat makmur dan damai. Namun, belakangan ini ada yang mengusik ketenangan Abu Nawas yaitu mengenai penduduk desa yang menimbun harta dengan menghalalkan berbagai cara. Hal ini membuat Abu Nawas gusar sampai pada suatu ketika Ia menemukan ide menjual sandal ajaib.

Setelah menemukan ide tersebut, Abu Nawas bergegas ke pasar dan menemui salah satu penjual sandal yang ada di pasar. Singkat cerita Ia memberitahu seorang penjual sandal tentang  sandal ajaib miliknya yang bisa merubah hidupnya dari yang miskin menjadi kaya raya dan sejahtera.

Tentu hal ini membuat para pembeli di sekitar membeli sandal yang sama seperti Abu Nawas. Kesempatan ini tidak dilewatkan begitu saja oleh seorang yang gila harta. Salah satu pemuda yang ikut membeli sandal tersebut lalu memakainya kemana-mana. Namun bukan kekayaan yang ia dapat, malah ia dikira pencuri oleh penduduk setempat.

Setelah  pemuda itu dituduh pencuri oleh penduduk, ia menemui Abu Nawas untuk memberi kabar bahwa ia merasa dibohongi. Abu Nawas menjelaskan kepada pemuda tersebut bahwa Ia tidak bermaksud membohonginya. Abu nawas mengatakan bahwa ia berkata benar karena merk sandal tersebut adalah ‘ajaib’.

Dengan tidak bisa berkata-kata, pemuda itu akhirnya pergi meninggalkan Abu Nawas. Namun belum jauh ia berangsur pergi, Abu Nawas memanggil pemuda itu sambil berpesan bahwa jangan pernah mempercayai sesuatu yang ajaib, namun percayalah kepada Tuhan. Mempercayai sesuatu adalah sebuah tindakan syirik yang akan mendatangkan malapetaka di dunia maupun di akhirat nanti. Maka dari itu segeralah bertaubat kepada Tuhan” kata Abu Nawas.

Mendengar nasihat dari Abu Nawas. Pemuda tersebut menyadari bahwa ada yang salah pada kepercayaannya akan sesuatu. Ternyata tanpa disadari begitu banyak hal yang membuat Kita melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan. Setelah itu pemuda tersebut bertaubat kepada Allah.

Itulah singkat cerita Abu Nawas dan juga sandal ajaibnya yang mampu merubah orang untuk bertaubat. Menarik bukan?