Sahabat Penakut dan Nyebelin

Pengalaman lucu waktu SMA yang aku ceritakan di sini membuatku hingga sekarang menjadi lebih dekat dengan ini orang, sebut saja namanya Budi. Dia teman pertama aku ketika pendaftaran di SMA, sebab waktu itu aku tidak punya teman yang satu sekolah denganku dan mendaftar di SMA yang sama denganku.

~~~

Cerita dimulai saat aku berjalan menuju ruang pendaftaran bersama kakakku. Waktu itu kakak menyuruhkan menunggu di luar, sebab anak-anak juga menunggu di luar. Tidak berapa lama, ada cowok yang duduk di sampingku. Aku melihat penampilannya bisa dikatakan culun ditambah dia memakai kaca mata.

Aku       : Kamu alumni SMP mana?.

Cowok  : SMP 2, kamu?.

Aku       : SMP 4.

Cowok  : Oh iya, aku boleh minta tolong ngak?.

Baca Juga:  Pantangan Hidup Enak

Aku       : Boleh. Minta tolong apa?.

Cowok  : Tapi aku malu ngomongnya.

Aku mulai berpikir memang dia mau minta tolong apa, sampai malu seperti itu untuk mengungkapnya.

Aku       : Tidak apa-apa, minta tolong apa?. (cowok itu agak mendekat ke sampingku dan berusaha berbicara lirih).

Cowok  : Anterin aku ke toilet ya!.

Seketika aku kaget, iya kali cowok nyuruh cewek nganterin ke toilet, bukannya malah kebalikannya ya. Aku mencoba menanyakan pertanyaan yang membuatku penasaran.

Aku       : Mohon maaf, ini masih siang hari lo. Masa ke toilet mau di anterin.

Cowok  : Soalnya aku penakut.

Aku semakin heran, sepenakutnya cowok kalau siang hari bolong yang terang benderang pastinya masih berani kalau ke toilet.

Cowok  : Bagaimana?.

Baca Juga:  Berkeringat Ketika Berhenti Berjalan

Aku masih terdiam melihat cowok aneh, culun, dan penakut yang ada di sampingku dengan wajah mulai melas.

Aku       : Ya udah, ayo!. (aku membatin di dalam hati cowok kok siang hari takut sendiri ke toilet, ini cowok asli apa bukan).

Sampainya di toilet dia masuk ke toilet, namun tidak berapa lama dia keluar dari toilet dan menangis.

Cowok  : Itu ada Ta……(dia menangis).

Aku masuk untuk mengecek dan ternyata ada Tinja yang belum di siram. Aku semakin heran kenapa melihat tinja seperti melihat korban pembunuhan. Mulai saat itu kami sahabatan hingga sekarang. Itulah pengalaman lucu waktu SMA ku, lucu tapi menjengkelkan.