Bisnis Baju

Lelucon Lucu 2

Sebuah lelucon lucu sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Cerita pendek yang terdapat dalam lelucon ini biasanya cukup menghibur apalagi saat sedang bosan. Tentunya sebuah bacaan ringan dapat menghibur. Begitu pun dengan lelucon lucu mengenai seorang pemuda dan ayahnya berikut ini.

Seorang pemuda yang mempunyai pekerjaan bergaji tinggi di perusahaan besar hidup sendirian di Ibukota. Sementara itu, orang tuanya hidup di kota kecil yang jauh dari sana. Meskipun begitu, sang pemuda tidak pernah lupa dengan orang tuanya. Ia selalu menyisihkan gajinya untuk memberi mereka sesuatu, entah itu materi maupun barang.

Begitu pula dengan bulan ini. Pemuda yang baru menerima gajinya itu memutuskan untuk berbelanja ke toko baju. Ia ingin membelikan orang tuanya sesuatu. Kebetulan sekali, di toko baju tersebut sang pemuda akhirnya menemukan baju hangat yang ia rasa cocok untuk digunakan oleh ayahnya. Pemuda itu cukup terkejut ketika melihat harga baju hangat tersebut, 200 dolar.

Bukan masalah uangnya, tentu saja pemuda itu sanggup untuk membelinya. Masalahnya, kalau ia memberi barang yang terlalu mahal, ayahnya pasti akan protes dan menceramahinya soal berhemat. Karena itu, akhirnya pemuda tadi memutuskan untuk tetap membeli baju hangat tersebut namun ia akan mengatakan pada ayahnya bahwa harganya murah.

Setelah mengirimkan baju hangat tersebut pada ayahnya yang jauh disana, pemuda tersebut mendapat telepon dari ayahnya yang bertanya soal harga. Berbohong, pemuda itu menjawab bahwa harganya hanya 10 dollar. Itu adalah jawaban terbaik agar ayahnya tidak protes.

Seminggu kemudian, tiba-tiba pemuda itu mendapat telepon lagi dari ayahnya. Nampaknya ia sedang gembira.

“Nak, kamu harus dengar! Ini adalah hal yang luar biasa!” pekik ayahnnya di ujung telepon.

“Ada apa, Ayah? Apa Ayah baru saja menang undian?”

“Tidak, ini lebih baik lagi!” seru ayahnya. “Baju hangat yang kau berikan padaku, berhasil aku jual senilai 25 dollar nak! Ini keuntungan besar! Ayo, kirimkan aku selusin lagi baju hangat seperti itu agar aku bisa meraih untung yang lebih besar!”

Ada pelajaran yang dapat diambil dari lelucon lucu barusan. Yaitu, sebaiknya tidak perlu untuk berbohong kepada orang tua.