Bebas dari Hukuman

Humor Sufi 30

Alkisah di kawasan Anatolia, hiduplah seorang raja yang terkenal sangat kejam dan bengis bernama Timur Lenk. Suatu ketika sang Raja hendak menjamu semua ulama yang ada di wilayah tersebut setelah berhasil menduduki wilayah tersebut. Sebelum mengikuti acara yang diselenggarakan oleh Timur Lenk, setiap ulama yang datang, tanpa kecuali Nasruddin Hoja akan mendapatkan pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab.

Suatu ketika, datanglah seorang ulama dan dia harus menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Timur Lenk.

“Adil atau lalimkah aku?” tanya Timur Lenk

Langsung saja, ulama tersebut menjawab adil. Mendengar jawaban tersebut, Timur Lenk segera memerintahkan pasukannya untuk menggantung ulama tersebut.

Kini giliran ulama selanjutnya yang mendapatkan pertanyaan serupa. Mengetahui pertanyaan tersebut, ulama yang kedua berniat untuk menjawab lalim. Sayangnya, jawaban tersebut menghantarkannya pada hukuman penggal.

Nahas bagi semua ulama yang tersisa dan sudah terlanjur menghadiri undangan dari Timur Lenk setelah mengetahui nasib para ulama terdahulu. Namun, hal ini tidak bagi Nasruddin karena dia memiliki jawaban cemerlang untuk menyelamatkan semua para ulama yang tersisa dan kini tibalah giliran Nasruddin.

“Wahai, Nasruddin, apakah aku ini sosok yang lalim atau adil?” tanya Timur Lenk

Mendengar pertanyaan tersebut, Nasruddin terdiam sejenak untuk menyusun kata-kata yang tepat agar dia terhindar dari hukuman gantung ataupun penggal.

“Wahai Paduka, hamba dan semua penduduk di sinilah yang sebenarnya lalim serta abai. Namun, Paduka bisa digambarkan sebagai pedang keadilan yang telah diturunkan oleh Allah yang Maha Adil untuk kami semua.” jawab Nasruddin dengan mantab.

Mendengar jawaban tersebut, Timur Lenk hanya terdiam dan berpikir sejenak. Kali ini, Timur Lenk benar-benar menyadari kecerdasan dan kecerdikan Nasruddin dalam menjawab setiap pertanyaan yang diberikannya. Tidak mengherankan jika banyak penduduk desa tersebut sangat kagum kepada Nasruddin hingga dia dikenal luas di seluruh negeri.

Berkat jawaban tersebut, kini Timur Lenk mengangkat Nasruddin sebagai penasehatnya. Dia juga berhasil membebaskan semua ulama yang diundang ke acara tersebut dari hukuman gantung dan penggal yang dilakukan oleh pasukan Timur Lenk.