Pengalaman Naik Pesawat

Cerita Lucu Mukidi 21

Pada suatu ketika Mukidi menaiki pesawat untuk pergi keluar kota. Ia sangat antusias karena baru pertama kali naik kendaraan yang bisa terbang di langit tersebut. Mukidi datang 30 menit lebih awal ke bandara agar tidak terlambat. Sesampainya di bandara Mukidi semakin semangat.

Setelah Mukidi menghabiskan 30 menit di bandara untuk melihat-lihat, ia bergegas untuk menuju terminal pesawat. Setelah selesai pemeriksaan tiket dan beberapa administrasi lain, Mukidi langsung dipersilakan menaiki pesawat.

Mukidi makin senang ketika ia mendapat kursi dekat dengan jendela. Hal itu pun dimanfaatkan untuk melihat-lihat keluar. Setelah kedatangan Mukidi, muncul beberapa penumpang lain dengan tujuan kota yang sama dengan Mukidi. Hal itu membuat Mukidi semakin tenang bahwa dia tidak melakukan perjalanan sendirian.

Baca Juga:  Seorang Jutawan

Tidak lama setelah itu, muncul 2 orang pasangan yang duduk tepat di sebelah Mukidi, mereka adalah pasangan kekasih yang begitu romantis. Untuk memecah kesunyian satu waktu setelah pesawat lepas landas sang pria bertanya kepada si gadis yang kurang sehat, “Kenapa sayang?”

“Kepalaku sakit” jawab si gadis meletakkan kepalanya dengan manja

Si pria langsung refleks mencium belakang kepala si gadis dengan mesra sambil bertanya, “kalau begini gimana? sudah lebih baik?”

Si gadis mengangguk manja.

“Ada bagian yang sakit lagi?” Tanya si pria memastikan

“Disini..” jawab si gadis sambil menunjuk bibirnya

Secara langsung si pria melumat bibir si gadis dalam beebrapa waktu.

“Sudah baikan?” Tanya si pria yang dijawab dengan anggukan. Lalu tidak lama, si gadis menunjuk lehernya. Dan dibalas dengan ciuman mesra di leher kekasihnya.

Baca Juga:  Monyet Ajaib

“Bagaimana sayang?”

“Sudah lebih nyaman” si gadis melenguh manja

Mukidi yang melihat kegiatan tersebut jadi merasa sangat gregetan. Kelakuan dua sejoli yang tidak tahu adat istiadat dan norma kesopanan itu. Lalu si Mukidi mencolek si pria dan berkata “Mas, bisa mengobati ambeien nggak ? Wasir saya kambuh….” Celoteh Mukidi dengan ngawur